Destinasi Wisata di Siak

Berjasa Dalam Perang Guntung, Pemkab Siak Usulkan Sultan ke-2 Siak Jadi Pahlawan Nasional

emerintah KabupatenSiak sedang melakukan kajian terkait sultan ke-2 Siak untuk diusulkan menjadi pahlawan nasional.

Penulis: Theo Rizky
Editor: Theo Rizky
Dok Tribun Pekanbaru
Makam Tengku Buwang Asmara , Sultan ke-2 Siak di Kelurahan Sungai Mempura, Kecamatan Mempura Kabupaten Siak 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, SIAK - Pemerintah KabupatenSiak sedang melakukan kajian terkait sultan ke-2 Siak untuk diusulkan menjadi pahlawan nasional.

Sebab, sultan kedua Siak Tengku Buwang Asmara yang bergelar Sultan Abdul Jalil Muzaffar Syah pernah berperang melawan pasukan Belanda di Selat Guntung .

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Siak Wan Idris bersama Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah  (TP2GD) Provinsi Riau telah melakukan kajian.

Mereka menyusuri arsip-arsip, dokumen serta peninggalan Tengku Buwang Asmara .

"Mudah-mudahan kita bisa memenuhi kriterianya sehingga satu persatu Sultan Siak diakui sebagai pahlawan nasional," kata Wan Idris, Rabu (25/11/2020) lalu. 

BACA JUGA :

Indahnya Pantai Pesona Pulau Rupat, Lokasinya Berhadapan Langsung dengan Selat Malaka Malaysia

Berawal Dari Hobi, Fitri Buka Galeri Kaktus Beromzet Puluhan Juta Perbulan

Menurut Wan Idris, pihaknya berperan sebagai fasilitator dalam pengusulan gelar pahlawan nasional tersebut.

Sementara di dalam tim yang melakukan kajian terdiri dari budayawan, tokoh masyarakat, serta dosen dan peneliti.

Ia menyebut sejumlah nama yang terlibat, yakni Datuk Drs O.K Nizami Jamil, Profesor Suwadi MS, Dr Wilaela MAg, Prof Dr Isjoni MSi, Datuk Azali Djohan SH, Dr Ellya Roza MHum, Reza Pahlefi dan Cindy Shandoval.

Pihaknya juga sudah menyebar poling, mengumpulkan data-data pendukung, serta persyaratan yang menjadi acuan untuk pengusulan menjadi Pahlawan Nasional. 

Berdasarkan hasil dari kajian TP2GD, Kerajaan Siak yang berlangsung lebih dari dua Abad (1723-1945) merupakan salah satu kerajaan besar pemegang estafet kemaharajaan Melayu setelah Kerajaan Melaka jatuh ke tangan Portugis (1511). Kemudian dilanjutkan oleh Kerajaan Johor-Riau.

BACA JUGA :

Gaya Unik dan Tegas Hyundai All New Kona Electric

Mini Grand Canyon, Kawasan Bukit Kapur di Air Hitam Pekanbaru yang Menakjubkan

Kerajaan Siak didirikan oleh Raja Kecik gelar Sultan Abdul Jalil Rahmat Syah (1723-1746) berpusat di Buantan. Raja Kecik berasal dari Kerajaan Johor yang diasuh oleh Kerajaan Pagaruyung, di Minangkabau.

Setelah Raja Kecik mangkat, penerusnya adalah Tengku Buwang Asmara atau Raja Muhammad atau dikenal juga dengan Sultan Mahmud gelar Sultan Abdul Jalil Muzaffar Syah (1746-1760).

Dari hasil kajian TP2GD itu dikisahkan pula bahwa sebelum menjadi Sultan Tengku Buwang Asmara sudah menjalani perang bersama ayahnya Raja Kecik , Sultan Mahmud juga dikenal berani dan andal serta memiliki taktik dan strategi perang yang sangat jitu. Kerajaan Siak menang telak dalam Perang Guntung

"Perang Guntung ini tidak hanya sekali. Pasukan Siak yang dipimpin Tengku Buwang Asmara mengarungi Sungai Siak untuk sampai ke Selat Guntung. Perang itu dikenal sebagai Perang Guntung (1752-1759) karena terjadi di Selat Guntung, perairan Riau tepatnya di kecamatan Sabak Auh, kabupaten Siak," jelasnya.

BACA JUGA :

Istana Siak Kembali Dibuka Untuk Umum, Ini Ketentuan yang Harus Diikuti Pengunjung

Kembali Dibuka, Ini Harga Tiket Masuk ke Istana Siak

Peristiwa Perang Guntung itu telah menjadi catatan penting dalam sejarah Kesultanan Siak .

Perang tersebut dipicu karena perebutan pengaruh di Selat Malaka antara Kesultanan Siak dengan Belanda.

Dalam sejarahnya, pasukan Siak yang dipimpin Sultan Siak kedua bernama Muhammad Abdul Jalil Muzaffar Syah atau lebih dikenal Tengku Buwang Asmara berhasil memukul mundur pasukan Belanda.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved