Destinasi Wisata di Kampar

Candi Muara Takus, Situs Candi Tertua di Sumatera yang Kerap Dikunjungi Wisatawan Asing

Wisatawan asing yang berkunjung biasanya merupakan biksu dari Thailand, Myanmar, Vietnam, Singapura dan Malaysia. 

Penulis: Theo Rizky
Editor: Theo Rizky
tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky
Candi Muara Takus di Desa Muara Takus, Kabupaten Kampar 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, PEKANBARU - Candi Muara Takus berlokasi di Muara Takus , Kabupaten Kampar, Provinsi Riau .

Selain wisatawan lokal, wisatawan asing juga kerap mengunjungi situs bersejarah ini.

Wisatawan asing yang berkunjung biasanya merupakan biksu dari Thailand, Myanmar, Vietnam, Singapura dan Malaysia. 

Candi Muara Takus adalah situs candi tertua di Sumatera yang bersifat Buddhis dan arsitektur candi yang dibuat dari batu pasir, batu sungai dan batu bata ini juga mempunyai kemiripan dengan arsitektur candi-candi di Myanmar.

Candi yang terletak di Kecamatan 13 Koto Kampar itu berjarak sekitar 128 km dari Kota Pekanbaru arah ke Bukittinggi, Sumatra Barat.

Lokasi ini banyak dikunjungi oleh wisatawan minat khusus yang mempunyai ketertarikan terhadap sejarah serta wisatawan asing yang ingin melihat lokasi peribadatan mereka.

BACA JUGA :

Liburan Seru di Danau Tajwid Pelalawan, Pengunjung Bisa Nikmati Wahana Air dan Outbound

Jaga Imun Tubuh di Masa Pandemi Covid-19, Permintaan Infus Vitamin C Booster Meningkat

Bangunan tua yang masih berdiri kokoh itu seakan mengundang kita ke masa lalu, sebagaimana peradaban besar dulu pernah terukir disana.

Batu berlumut terlihat bebas menghiasi empat bangunan suci umat Budha itu.

Lokasi candi tidak terlalu terpencil. Jarak kompleks candi ini dengan pusat Desa Muara Takus hanya sekitar 2,5 km, tidak jauh dari pinggir Sungai Kampar Kanan atau sekitar 19 Km dari Jalan lintas Riau-Sumatra Barat.

Gugusan kompleks candi yang pertama kali ditemukan Cornet D Groot pada tahun 1860 ini pun sungguh unik. Berbeda dengan candi lainnya di nusantara, kompleks candi Budha ini seakan terlindungi oleh pagar tembok berukuran 74 x 74 meter yang mengelilinginya.

BACA JUGA :

Bikin Kabin Mobil Tak Berisik dan Lebih Tenang dengan Peredam Suara Mobil

Galopuong Ondam, Kuliner Khas Kampar Bercita Rasa Manis dan Gurih

Selain itu, anda juga dapat menyaksikan bentangan areal tembok tanah berukuran 1,5 x 1,5 kilometer yang mengelilingi kompleks ini sampai ke pinggir sungai Kampar Kanan.

Untuk menuju Candi Muara Takus dari Kota Pekanbaru, setidaknya menempuh perjalanan sekitar dua setengah jam lamanya.

Ketika menuju pusat kompleks situs purbakala tersebut, sejumlah pemandangan khas tropis tersaji dengan apik.

BACA JUGA :

Lopek Bugi, Kuliner Tradisional Kampar, Warisan Nenek Moyang yang Masih Eksis Hingga Kini

Puncak Ulu Kasok, Raja Ampat Khas Kabupaten Kampar nan Eksotis

Di antaranya pepohonan rindang dan sejumlah pemukiman penduduk dengan pola hidup yang tradisional.

Nama Muara Takus mungkin belum sepopuler saudaranya yakni Candi Borobudur, Prambanan, dan sebagainya.

Tapi nuansa sejarah yang ditawarkan Candi Muara Takus tidak kalah dengan candi-candi  di Pulau Jawa.

Sungai Gulamo, Green Canyon Kampar yang Memesona

Berjasa Dalam Perang Guntung, Pemkab Siak Usulkan Sultan ke-2 Siak Jadi Pahlawan Nasional

Mencicipi Cita Rasa Khas Sambal Tradisional yang Masih Jadi Primadona di Rumah Makan Sambel Lesung

Rumah Lontiok Kabupaten Kampar, Jarang Tampak di Kota, Namun Tetap Eksis di Perkampungan

Dibangun Tanpa Paku, Inilah Berbagai Keistimewaan Masjid Jami Air Tiris Kabupaten Kampar

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved