Kota Pekanbaru

Cerita Pemburu Cacing Pita, Berapapun yang Didapat Tidak Pernah Cukup Memenuhi Permintaan Pasar

Apalagi pada masa pandemi Covid-19 ini, permintaan cacing pita untuk pakan ikan hias meningkat seiring semakin banyaknya orang memelihara cupang

Penulis: Theo Rizky
Editor: Theo Rizky
tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky
Pencari cacing sutra atau cacing pita di Sungai Sail, Jalan Hang Tuah Pekanbaru beberapa waktu lalu 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, PEKANBARU - Mencari cacing sutra atau biasa dikenal cacing pita di air yang tidak bersih kadang masih dianggap sebelah mata.

Namun siapa sangka, dari pekerjaan itu, pencari cacing pita dapat memenuhi kebutuhan hidupnya, membeli rumah, motor, bahkan menyekolahkan anaknya dengan layak.

Apalagi pada masa pandemi Covid-19 ini, permintaan cacing pita untuk pakan ikan hias meningkat, seiring dengan semakin banyaknya orang memelihara ikan hias, khususnya ikan cupang .

Kisah ini disampaikan seorang pencari cacing pita, Rio, ia mengaku adalah orang pertama yang bekerja sebagai pencari cacing pita di Kota Pekanbaru ,

"Saya sudah mencari cacing selama 17 tahun, sebelumnya bekerja sebagai supir, karena sudah enak bekerja seperti ini (mencari cacing), ya begini saja terus, mau kerja tinggal kerja, kalau tidak tinggal libur saja" katanya kepada Tribunpekanbarutravel.com disela-sela kegiatannya mencari cacing pita di Sungai Sail , Jalan Hang Tuah Pekanbaru beberapa waktu lalu.

BACA JUGA :

Serunya Berkeliling Kawasan Sungai Siak Naik Perahu Tradisional di Siak Sri Indrapura

FOTO : Situs Cagar Budaya Rumah Singgah Tuan Kadi, Tempat Beristirahatnya Sultan Siak di Senapelan

Diceritakannya, ada masa-masa tertentu untuk mendapatkan banyak cacing, bila dasar air terlalu panas cacing tidak akan ada, seperti pada Bulan Mei yang kemaraunya cukup panjang, "Bulan Desember, banjir, cukup berbahaya karena air tinggi, arusnya deras dan harus menyelam lebih dalam, yang bagus itu Bulan Januari, Februari dan April karena kemaraunya cuma sebentar," kata warga Jalan Dwikora Pekanbaru yang biasa dipanggil Rio Cacing tersebut.

Bila air Sungai terlalu tinggi, Rio beralih mencari cacing di selokan-selokan, biasanya di saluran air Jalan Arifin Achmad Pekanbaru atau di saluran air lainnya.

Pernah saat kemarau panjang selama tiga bulan, ketika sungai-sungai kering, ia bersama para pencari cacing lainnya terpaksa harus ke Padang, Sumatera Barat untuk mencari cacing, memang bila dihitung dari biaya perjalanan dan akomodasi lainnya, ia tidak bisa mendapatkan untung banyak.

"Tapi yang penting ikan-ikan pelanggan saya sudah tertolong," katanya.

Rio memperlihatkan cacing pita yang didapatnya di Sungai Sail Pekanbaru
Rio memperlihatkan cacing pita yang didapatnya di Sungai Sail Pekanbaru (tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky)
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved