Uniersitas Lancang Kuning

Pascasarjana Unilak Gelar Seminar Nasional Tentang Omnibus Law Cipta Kerja Secara Virtual

ascasarjana Universitas Lancang Kuning menggelar seminar nasional tentang Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja secara virtual

Penulis: Theo Rizky
Editor: Theo Rizky
Istimewa
Pascasarjana Universitas Lancang Kuning menggelar seminar nasional tentang Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja yang baru saja disahkan Presiden RI secara virtual 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, PEKANBARU - Pascasarjana Universitas Lancang Kuning menggelar seminar nasional tentang Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja yang baru saja disahkan Presiden.

Seminar itu mengangkat tema Strategi Implementasi Omnibus Law Cipta Kerja Menghadapi Peluang dan Tantangan Bisnis dan Investasi, kegiatan digelar secara virtual dengan menggunakan aplikasi Zoom , Sabtu (19/12/2020).

Dimulai sejak pukul 08.30 wib, lebih dari 300 peserta telah bergabung secara virtual. Peserta adalah mahasiswa Magister Ilmu Hukum dan Magister Manajemen Unilak, serta dosen di lingkungan Unilak.  

Narasumber seminar nasional yaitu, Prof.Dr.Eman Suparman (mantan Ketua Komisi Yudisial/Dekan Fakultas Hukum Unikom Bandung), Prof.Dr.Muhardi., SE., M.,Si (Ketua Program Studi Magister Manajemen Unisba) dan Mohk Najih SH, M.Hum., Ph.D (Ketua Program Studi Ilmu Hukum Universitas Muhammadiyah Malang).

Dibuka oleh Rektor Unilak Dr. Junaidi.SS.M.Hum, turut hadir Direktur Pascasarjana Unilak Prof. Dr.Syafrani, Wakil Direktur Pascsarjana Dr. Adi Rahmat., Dr Irianysah SH.MH, dan Kaprodi Magister Ilmu Hukum Dr. Ardiansah, SH, MAg, MH.

BACA JUGA :

Unilak Terima Bantuan Mobil Operasional Dari Bank Riau Kepri

Bulan Ini Gramedia Gelar Promo Gedebuk, Diskon Sampai 50 Persen

Prof. Syafrani dalam sambutannya menyebutkan,  pemilihan tema tentang Omnibus Law dan Cipta Kerja karena topik tersebut tengah tren dibicarakan masyarakat.

Seminar itu bisa menjadikan mahasiwa produktif, dan mahasiswa bisa mengambil secara utuh, dan kedua prodi di Unilak bisa terlibat baik secara hukum maupun secara ekonomi.

Nasarumber adalah orang pakar dibidangnya yang paham tentang hukum, ekonomi dan lapangan kerja.

"Harapan kita agar dari seminar ini mahasiswa bisa membuka forum-forum diskusi dan memberi masukan. Dari Undang-undang ini (Omnibus Law) akan dibentuk regulasi peraturan menteri dan bagaimana praktek dilapangan. Dan ini bisa menambah wawasan mahasiswa. " Sebut Prof Syafrani.

Seminar nasional dibuka oleh Rektor Unilak Dr. Junaidi. SS.M.,Hum, Rektor Unilak memberikan apresiasi atas dilaksanakan seminar nasional itu.

Tema Omnibus Law ini sangat penting dan sedang hangat-hangatnya di perbincangkan di tengah-tengah masyarakat.

BACA JUGA :

Unik, Dua Saudara Kembar Ini Raih Gelar Sarjana Hukum Secara Bersamaan di Unilak

Tim Dosen Unilak Lolos Hibah Lewat Proposal Teknologi Android Penyiraman Otomatis Tanaman Lengkeng

"Kita mengapresiasi Pascasarjana Unilak yang mengadakan seminar nasional, narasumber yang berkualifikasi nasional adalah guru besar dari Bandung, serta pakar-pakar dibidangnya. Harapan saya dengan adanya diskusi ini dapat memberikan kontrubusi ke pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat sekaligus bisa menjadi sosialisasi  maksud dari UU Omnibus Las Cipta Kerja ini." tambahnya.

Selama lebih dari emoat jam seminar berlangsung, tiga narsumber panjang lebar menjabarkan tentang hukum, ekonomi, investasi, lapangan kerja, dan peluang pertumbuhan investasi.

Seperti materi yang diberikan Prof.Dr.Eman Suparman yang pernah menjabat sebagai Ketua Komisi Yudisial.

Dalam pemaparannya ia memberikan materi dari perspektif pembentukan peraturan perundang-undangan Indonesia.

"Dalam pembentukan UU harus ada naskah akademik dengan memperhatikan enam prinsip yaitu good governance, principle of equality, prinsip of equality, prinsip legal certainty, prinsip prohibition of maschtsanwending (pelarangan penyalahgunaan wewenang), prinsip  of duty care, dan prinsip of reasonableness (kewajiban untuk berhati hati, dan prinsip berdasarkan alasan)," ujar guru besar fakultas Hukum Universitas Padjajaran ini. 

BACA JUGA :

Unilak Berhasil Raih Anugerah Komisi Informasi Award Untuk Ketiga Kalinya

Ribuan Mahasiswa Baru Unilak Ikuti Pamaba Secara Online, Rektor: Kami Akan Mengantar Kesuksesan Anda

Sementara itu Prof. Dr.Muhardi.,SE.,M.,Si memberikan materi Menakar Peluang Bisnis dan Investasi Pasca Pengesahan Omnibus Law Cipta Kerja. menurut Prof Muhardi di dalam Omnibus Law Cipta Kerja ada 11 klaster yaitu menyangkut kawasan ekonomi, pengadaan lahan, penyederhanaan perizinan batu bara, persyaratan investasi kemudahan dan perlindungan UMKM, kemudahan berusaha dengan dukungan riset dan inovasi, ketenagakerjaan, administrasi pemerintah mengenai pengenaan sanksi, investasi dan proyek pemerintah. 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved