BRSAMPK Rumbai

Jalani 3 Bulan Perawatan di Balai Anak Rumbai, AZ Penderita Depresi Berat Kembali ke Keluarga

Balai Anak "Rumbai" di Pekanbaru melaksanakan terminasi terhadap penerima manfaat AZ (16) untuk mendapatkan pengasuhan terbaik di dalam keluarga besar

Penulis: Theo Rizky
Editor: Theo Rizky
Istimewa
Balai Anak "Rumbai" di Pekanbaru melaksanakan terminasi terhadap penerima manfaat AZ (16 Tahun) untuk mendapatkan pengasuhan terbaik di dalam keluarga besar. 

"Jangan lupa makan teratur, hindari udara kotor, berdiam diri lama di kamar mandi dan terpapar langsung oleh AC atau kipas angin. Intinya harus jaga kesehatan" ujar Perawat Balai, Rekha Nurfadilla.

Setelah tiga bulan Jalani Rehabilitasi Sosial di Balai, AZ akhirnya dikembalikan pada keluarga besarnya untuk mendapatkan hak pengasuhan dan pendidikan.

Balai Anak
Balai Anak "Rumbai" di Pekanbaru melaksanakan terminasi terhadap penerima manfaat AZ (16 Tahun) untuk mendapatkan pengasuhan terbaik di dalam keluarga besar. (Istimewa)

Selama di Balai, perilaku AZ menunjukkan progres yang baik. Awalnya anak tidak merespon tanggapan, tidak pernah berbicara, tidak melaksanakan aktivitas apapun dan pernah melakukan percobaan bunuh diri.

Standar ukuran dilihat dari kemampuan dalam berinteraksi dengan teman sebaya, laksanakan rangkaian kegiatan rehabilitasi, dan mampu merespon secara aktif saat diajak berkomunikasi.

Dua orang petugas balai yang didampingi oleh Sakti Peksos, Indah dan Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (UPTD DP3AKAB) Kabupaten Pelalawan, Emena Rianda turut menghadiri rembuk keluarga besar di kediaman keluarga AZ terkait pembahasan pengasuhan lanjutan azim kedepannya.

BACA JUGA :

Cegah Kerumunan Malam Tahun Baru 2021 di Pekanbaru, Aparat Gabungan Bakal Sasar Tempat Hiburan Malam

Perketat Protokol Kesehatan Selama Libur Nataru, Pihak Mal Libatkan TNI dan Polri

"Kami sangat berterimakasih kepada pihak balai yang telah merawat anak kami ini, kedepannya keluarga yang akan mengasuh dan menyekolahkan AZ," ucap pamannya, Awal.

Rembuk ini berjalan dengan baik, penyampaian dari Emena Rianda juga menjadi penguat dalam pengasuhan anak.

"Bukan anak siapa, tapi ini anak kita bersama, kewajiban kita adalah menjaga dan mengawasi hingga ia berusia 18 tahun, kamipun tidak akan lepas tangan dalam penanganan anak," ujarnya.

Dukungan demi dukungan terus diberikan dari berbagai pihak. Hal ini menunjukkan suatu bentuk perhatian keluarga besar terhadap AZ.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved