Dampak Virus Corona di Riau

Arab Saudi Larang WNI Masuk ke Negaranya, Jamaah Umrah di Pekanbaru Siap Tunda Jadwal Keberangkatan

Keberangkatan jemaah umrrah terpaksa akan ditunda jadwalnya jika tidak ada perubahan kebijakan dari Saudi sebelum keberangkatan

tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky
Jamaah umroh tiba di Bandara SSK II Pekanbaru belum lama ini, tampak juga Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan Klas II Pekanbaru melakukan pemeriksaan melalui alat pendeteksi suhu tubuh. 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, PEKANBARU - Mengikuti kebijakan Arab Saudi yang melarang masuk warga dari 20 negara, termasuk Indonesia , mulai Rabu (3/2/2021) ini sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 , berdampak kepada jadwal keberangkatan jamaah dari travel umrah yang ada di Pekanbaru.  

Salah satu perusahaan travel umrah di Kota Pekanbaru , Muhibbah Mulia Wisata misalnya, pihak pengelola  berencana akan memberangkatkan jamaahnya jelang akhir bulan Februari 2021 ini.

Namun terpaksa akan ditunda jadwalnya jika tidak ada perubahan kebijakan dari Saudi sebelum keberangkatan tersebut. 

Direktur Utama PT Muhibbah Mulia Wisata, H Ibnu Mas'ud mengatakan, sekitar 24 jamaahnya dijadwalkan akan berangkat pada 23 Februari 2021 mendatang.

Pihaknya pun sudah memberikan aba-aba tersebut kepada para jamaah. 

BACA JUGA :

Tahun Ini Festival Perang Air di Kepulauan Meranti Tidak Diadakan, Ini Penjelasannya

Penyuntikan Vaksin Covid-19 Sia-Sia Jika Hanya Dilakukan Sekali

"Kita sudah mendengar informasi tersebut. Jika memang belum ada perubahan kebijakan jelang jadwal keberangkatan jamaah kami tersebut, maka kita akan tunda untuk dijadwalkan kembali selanjutnya," kata Ibnu , Rabu (3/2/2021).

Hingga saat ini para jamaah yang rencananya akan berangkat tersebut dikatakan Ibnu juga sudah siap jika nantinya harus dilakukan penundaan.

Karena kebijakan itu memang berasal dari pemerintahan Saudi sendiri.

"Para jamaah sudah siap. Bahkan sejak awal pendaftaran kita juga sudah sampaikan, bahwa ada kemungkinan sewaktu-waktu akan terjadi perubahan jadwal karena kebijakan dari pemerintah Saudi, karena kondisi pandemi Covid-19 saat ini. Pemerintah Saudi sangat berhati-hati sekali, dan para jamaah sangat paham," katanya.

BACA JUGA :

Dua Ribu Lebih Pelaku Usaha di Kota Pekanbaru Langgar Protokol Kesehatan Covid-19 

Danrem 031/Wira Bima Brigjen TNI M Syech Ismed Jadi Orang Pertama yang Disuntik Vaksin Covid di Riau

Ditanya apakah ada jamaah Muhibbah Mulia Wisata di tanah suci saat ini, Ibnu mengatakan sudah tidak ada, karena beberapa jamaahnya baru sampai di Pekanbaru pada hari Rabu ini.

Ia berharap, agar jelang keberangkatan jamaahnya tanggal 23 Februari, ada kebijakan baru yang dikeluarkan pemerintah Saudi yang membolehkan jamaah Indonesia berangkat ke tanah suci, tentunya dengan kepastian kondisi yang dinyatakan sudah aman di sana.

"Kita lihat beberapa waktu kedepan, semoga segera ada perubahan, biasanya kebijakan seperti ini tidak begitu lama, seperti kebijakan sebelumnya. Saya juga sudah ada jadwal berangkat pada 18 Maret 2021 mendatang, semoga kondisi segera pulih dan kita bisa kembali beribadah ke tanah suci," tuturnya. 

Bangun Quran Center di Kawasan Bandar Seni Raja Ali Haji, Pemprov Riau Anggarkan Rp 17,9 Miliar 

Fasilitas Olahraga Arung Jeram Akan Dibuat di Sungai Subayang Rimbang Baling, Tahun ini Diluncurkan

Penumpang AirAsia Bisa Tes Covid-19 di Tiga RS di Pekanbaru, Ini Lokasi dan Harganya

Layanan Rapid Test Antigen Covid-19 Kini Sudah Tersedia di Bandara SSK II Pekanbaru

Ikuti kami di
Penulis: Theo Rizky
Editor: Theo Rizky
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved