Video Tribun Pekanbaru Travel

VIDEO : Uniknya Ekowisata Mangrove di Pantai Terumbu Mabloe Inhil

Pantai Terumbu Mabloe sudah menjadi kawasan ekowisata andalan masyarakat Desa Sungai Bela Kabupaten Inhil

Editor: Theo Rizky

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, INHIL - Selain Pantai Solop , ternyata Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) juga memiliki wisata pantai lain yang cukup unik dan menarik untuk dikunjungi.

Destinasi wisata tersebut adalah ekowisata Pantai Terumbu Mabloe 

Destinasi wisata pesisir ini terletak di Desa Sungai Bela , Kecamatan Kuala Indragiri (Kuala Indragiri) , Kabupaten Indragiri Hilir , Riau.

Pantai Terumbu Mabloe sudah menjadi kawasan ekowisata andalan masyarakat Desa Sungai Bela yang kebanyakan dihuni oleh suku duanu atau suku orang laut di Kabupaten Inhil .

Lokasi pantainya memang tidak menyajikan keindahan alam khas pantai pada umumnya yang memiliki pasir dan ombak,

namun banyak hal-hal unik yang bisa dieksplorasi dan bisa ditemui di pantai berlumpur ini.

Perpaduan antara pantai berlumpur dengan hutan mangrove menjadi daya tarik tersendiri selain flora dan fauna endemis yang hanya bisa ditemui di pantai ini.

BACA JUGA :

Berwisata di Pantai Solop Inhil, Pesisir Pasir Pantainya Membentang Hingga 3 Km

Miliki Potensi, Warga Desa Sungai Intan Inhil Masih Bingung Memasarkan Hasil Alam dan Gula Merahnya

Pantai berpasir sersah ini memiliki beragam jenis fauna, khususnya spesies burung-burung migran yang umumnya berasal dari Asia Selatan dan tak jarang juga berasal dari Australia dan Asia Timur.

Pantai Terumbu Mabloe menjadi tempat migrasi atau persinggahan burung-burung tersebut.

Satu diantara spesies burung migran di Pantai Terumbu Mabloe adalah burung Kedidi (Calidris).

Burung Kedidi (Calidris) biasanya akan bermigrasi saat musim kawin dan pada saat musim salju besar Burung Kedidi juga akan migrasi dan bermain di pantai terumbu mabloe

Uniknya lagi, Pantai Terumbu Mabloe terbentuk dari cangkang kerang-kerangan yang diketahui berasal dari perairan Muara Lajau, satu diantara muara dari sungai Indragiri.

Fenomena lainnya yang menjadikan pantai ini semakin unik adalah karena wisatawan hanya dapat berkunjung ke Pantai Terumbu Mabloe di waktu tertentu, yaitu, saat air sungai surut.

Pada momen itu Pantai Terumbu Mabloe akan hilang sementara dari pandangan saat air pasang dan akan kembali muncul ke permukaan ketika air surut.

BACA JUGA :

BPDASHL Indragiri Rokan Gelar Program Padat Karya Mangrove di Inhil

Aquarius, Toko Oleh-oleh Khas Inhil yang Memanjakan Wisatawan di Tembilahan

Fenomena ini yang membuat sebagian dari kawasan pantai menjadi berlumpur sehingga dimanfaatkan oleh suku duanu untuk mencari kerang (menongkah).

Menongkah merupakan aktifitas yang dijalani masyarakat Suku Duano untuk mencari kerang menggunakan sekeping atau dua keping papan dan mengayuh dengan menggunakan tangan dan kaki.

Kehadiran suku duano yang beraktifitas di Desa Sungai Bela dan sekitar pantai dengan berbagai kebudayaan yang menarik menjadikan pantai ini semakin eksotis dan penuh cerita.

Sensasi menongkah yang sudah menjadi budaya orang duano ini juga bisa dicoba oleh wisatawan yang berkunjung ke ekowisata pantai terumbu mabloe ini.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved