BRSAMPK Rumbai

Balai Anak Rumbai Pekanbaru Terima Rujukan Kasus Anak Viral di Pelalawan

Sebelumnya, bocah tersebut beberapa waktu lalu viral karena diduga ditelantarkan oleh orangtuanya dalam kondisi penuh luka-luka dan lebam

Istimewa
Kementerian Sosial RI melalui Balai Anak "Rumbai" di Pekanbaru terima rujukan anak RZ (11) asal Pangkalan Kuras , Kabupaten Pelalawan , Riau. 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, PEKANBARU - Kementerian Sosial RI melalui Balai Anak "Rumbai" di Pekanbaru terima rujukan anak RZ (11) asal Pangkalan Kuras , Kabupaten Pelalawan , Riau.

Sebelumnya, bocah tersebut beberapa waktu lalu viral karena diduga ditelantarkan oleh orangtuanya dalam kondisi penuh luka-luka dan lebam di seluruh tubuh.

Berita yang tersebar menyebutkan bahwa ibu korban meninggalkan surat yang menyebutkan meminta maaf karena terpaksa meninggalkan anaknya karena tidak sanggup melihat anaknya menderita.

Kasus tersebut menjadi perhatian dan kemudian ditangani oleh banyak pihak. RZ sempat mendapat asuhan dari Kapolres Kabupaten Pelalawan selama dari mulai proses penyelidikan, namun karena RZ menunjukan prilaku disfungsional sehingga perlu mendapat rehabilitasi sebelum diserahkan kembali kepada keluarga inti dalam hal ini ibu kandung.

Atas kepedulian tersebut, Komisi Nasional Anak Pusat, Aris Merdeka Sirait, memberikan apresiasi kepada Kapolres Pelalawan yang sudah ikut peduli dalam perlindungan anak korban kekerasan fisik.

BACA JUGA :

RZ dan Orangtuanya Dipertemukan, Balai Anak Rumbai Reunifikasi Anak yang Alami Keterpisahan

Balai Anak Rumbai dan PT Pos Indonesia Kembali Salurkan Bantuan Sosial Tunai untuk 3.205 KPM

Kepolisian, Dinas Sosial, dan UPTD PPA Kabupaten Pelalawan beserta jajarannya telah melakukan pemeriksaan psikologis, visum, pengamanan sementara, dan pendampingan terhadap anak sejak ditemukan sampai selama proses penyidikan berlangsung, selanjutnya merujuk RZ ke Balai Anak "Rumbai" di Pekanbaru untuk mendapatkan pelayanan rehabilitasi sosial.

Kepala Balai, Ahmad Subarkah, menyampaikan bahwa program pelayanan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) Anak berfokus pada tiga basis pelayanan, yaitu berbasis keluarga, komunitas, dan residensial (pelayanan di dalam balai).

Pelayanan berbasis residensial merupakan alternatif terakhir dalam penanganan masalah anak.

Ia mendorong pelayanan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) Anak berbasis keluarga melalui penguatan keluarga dan orang tua mengingat RZ masih memiliki orang tua kandung.

Kementerian Sosial RI melalui Balai Anak
Kementerian Sosial RI melalui Balai Anak "Rumbai" di Pekanbaru terima rujukan anak RZ (11) asal Pangkalan Kuras , Kabupaten Pelalawan , Riau. (Istimewa)
Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Theo Rizky
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved