BBKSDA Riau

Kebakaran di Giam Siak Kecil Sudah 11 Hari, Kepala BBKSDA Riau: Kami Akan Sita Bibit Sawit di Sana

Akses jalan yang cukup jauh menjadi kendala untuk memobilisasi perlengkapan dalam melakukan penanganan kebakaran di sana

Penulis: Theo Rizky
Editor: Theo Rizky
Dok Balai Besar KSDA Riau
Tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau telah berjibaku selama 11 hari  untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil , tepatnya di kawasan Dusun Bagan Boneo . 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, PEKANBARU - Tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau ( BBKSDA Riau ) bersama masyarakat peduli api (MPA) binaan BBKSDA Riau telah berjibaku selama 11 hari  untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil , tepatnya di kawasan Dusun Bagan Boneo .

Namun hingga kini, api masih belum berhasil dijinakkan sepenuhnya.

Disampaikan Kepala Balai Besar KSDA Riau , Suharyono, akses jalan yang cukup jauh menjadi kendala untuk memobilisasi perlengkapan dalam melakukan penanganan kebakaran, begitu juga dengan ketersediaan air yang ada di sana.

“ Jangkauan sumber air dan titik kebakaran cukup jauh, itu yang menjadikan penanganan kebakaran di sana cukup panjang waktunya, sudah hari ke 11 kita di sana,” kata Suharyono, Rabu (3/3/2021) di Pekanbaru.

Menurutnya, kebakaran pada lahan gambut dengan kedalaman dua meter tersebut  sudah mencapai sekitar 100 hektare .

“Tentunya kami yakini bahwa alam tidak mengeluarkan api dengan sendirinya, ini jelas perbuatan manusia, tinggal manusia siapa yang melakukannya,” ujarnya.

Dilanjutkan Suharyono, khusus di kawasan Giam Siak Kecil terdapat tiga titik api, dua titik sudah tertangani, sementara itu satu titik lidah api belum tertangani karena jangkauan sumber air yang jauh, “Kami sudah menggunakan seluruh selang, itupun belum mencapai,” katanya.

Tim BBKSDA Riau kini tengah mengumpulkan bukti-bukti permulaan adanya dugaan unsur kesengajaan pembakaran kawasan hutan di sana untuk proses land clearing.

Nantinya tim juga akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum.

“Kami melihat titik awal kebakaran dari tempat yang dapat diduga disiapkan untuk kebun sawit,  tapi dia tidak bisa mengendalikan sampai merembet ke kawasan-kawasan lainnya, termasuk di tiga lidah api yang kami temukan ini,” ujar Suharyono seraya menjelaskan bahwa memang biasanya, setelah kebakaran selesai ada saja pihak-pihak yang memanfaatkan lahan tersebut untuk menanam pohon sawit.

“Tapi untuk kali ini jangan berharap dia bisa menanam, kami akan ambil sikap tegas, termasuk akan mengambil dan menyita bibit sawit yang ada di sana,” tegasnya.

Ia juga berharap agar seluruh pihak dapat memiliki andil dalam masalah kebakaran lahan di Provinsi Riau , namun bukan hanya berpikir bagaimana teknis menangani kebakaran, karena Karhutla di Riau bukan masalah alam saja, tapi juga masalah moral sehingga perlu sentuhan rohani.

"Ini yang kami harapkan dari semua unsur. Bagaimana mengubah mindset, mengubah mentalitas para pelaku pembakaran ini,” katanya.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved