Destinasi Wisata di Inhil

Tingkatkan Gairah Pariwisata, Disparporabud Inhil Terapkan Program CHSE

Progam CHSE merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata di kabupaten Inhil y

Editor: Theo Rizky
Istimewa
Pelabuhan Pantai Solop tampak ramai oleh wisatawan yang berdatangan pada tahun 2019 lalu 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, INHIL - Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga dan Kebudayaan (Disparporabud) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) siap untuk menerapkan program sertifikasi cleanliness, health, safety dan environment sustainability ( CHSE ).

Progam CHSE merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata di kabupaten Inhil yang terpuruk akibat pandemi Covid-19 .

Meningkatkan kunjungan wisatawan nusantara (domestik) dan lokal akan menjadi fokus Disparporabud Inhil sehingga sektor tersebut bisa mendapat harapan baru untuk pulih dan kembali bergerak.

Seperti diketahui, pandemi selama 2020 sangat berdampak dalam mengurangi jumlah kunjungan wisatawan yang mengalami penurunan tajam karena terbatasnya ruang gerak manusia akibat wabah Covid-19 .

Berdasarkan data Dinas Pariwisata Provinsi Riau , jumlah kunjungan wisatawan tahun 2020 di Kabupaten Inhil sebanyak 4.684 orang.

Kepala Disparporabud Inhil, Junaidy menuturkan, sertifikasi CHSE sudah dilakukan pelaku pariwisata di Inhil pada 2020, sehingga tahun ini (2021) Kemenparekraf menargetkan kunjungan wisatawan ke Inhil meningkat menjadi 6.500 orang.

BACA JUGA :

Ada Informasi Harimau Serang Warga di Kerumutan, Polisi & BBKSDA Riau Turun ke Lokasi, Ini Hasilnya

Nikmatnya Masakan Khas Medan di DapuRasa Pekanbaru, Ada Kerang Rebus, Puyuh Goreng Hingga Roti Jala

“Semoga tahun ini di kabupaten Inhil bisa lebih meningkat. CHSE merupakan hal yang sangat penting bagi industri pariwisata dan ekonomi kreatif untuk memulihkan kepercayaan wisatawan dan menggeliatkan kembali aktivitas pariwisata,” ungkap Junaidy, Selasa (2/3/2021).

Menurut Junaidy, upaya yang dilakukan dalam meningkatkan kunjungan wisatawan di masa pandemi adalah melakukan kegiatan kepariwisataan yang dilakukan pada destinasi, produk wisata dan industri usaha mengacu pada CHSE , meliputi aspek kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan.

“Dalam mematangkan Program CHSE tersebut, Pemda Inhil telah mengikuti Rakor dengan seluruh Dinas Pariwisata di 12 kabupaten/kota dan asosiasi serta Komunitas bersama Dinas pariwisata Riau. Selain itu, untuk memberikan jaminan bahwa produk dan pelayanan yang diberikan sudah memenuhi standar dan protokol kesehatan,” jelasnya

Untuk diketahui, asosiasi dan komunitas yang terlibat antara lain, yaitu, Asosiasi Perusahaan Penjual Tiket Penerbangan Indonesia (Astindo), Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita), Perkumpulan Penyelenggaraan Jasaboga Indonesia (PPJI), Masyarakat Sadar Wisata (Masata), Generasi Pesona Indonesia (GenPi) Riau dan stakeholder lainya.

Pembukaan Bioskop Masih Menunggu Izin Pemko Pekanbaru

Nestapa Petani Sagu di Tengah Pandemi Covid-19, Sebulan Bisa Rugi Rp 100 Juta

Berwisata di Pantai Solop Inhil, Pesisir Pasir Pantainya Membentang Hingga 3 Km

Kue Hamparan Tatak, Penganan Tradisonal Suku Banjar yang Menjadi Ikon Kuliner di Inhil

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved