BBKSDA Riau

Ditreskrimsus Polda Riau Bersama BBKSDA Riau Lepasliarkan Burung Dilindungi di TWA Buluh Cina

Setelah pelepasliaran 12 burung tersebut, Ditreskrimsus Polda Riau langsung melakukan tahap dua

Penulis: Theo Rizky
Editor: Theo Rizky
tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky
Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau bersama pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau melepasliarkan 12 ekor satwa dilindungi jenis Burung Betet (Psittacula longicauda) di kawasan Taman Wisata Alam Buluh Cina, Kabupaten Kampar , Jumat (19/3/2021). 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, KAMPAR - Direktorat Kriminal Khusus Polda Riau bersama pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau melepasliarkan 12 ekor satwa dilindungi jenis Burung Betet (Psittacula longicauda) di kawasan Taman Wisata Alam Buluh Cina , Kabupaten Kampar , Jumat (19/3/2021).

Burung Betet tersebut merupakan barang bukti titipan Ditreskrimsus Polda Riau pada tanggal 22 Januari 2021 lalu yang selanjutnya oleh BBKSDA Riau dititiprawatkan ke Lembaga Konservasi Kasang Kulim .

Disampaikan Panit 1 Subdit 4 Reskrimsus Polda Riau, Ipda Eko Sukamto, setelah pelepasliaran 12 burung tersebut, pihaknya langsung melakukan tahap dua, yaitu penyerahan tersangka dan barang bukti kepada pihak Kejaksaan Tinggi.

“Burung yang kita amankan 29 ekor kemudian mati 17 ekor dan telah kita buatkan berita acara, mati (Burung Betet,red) karena sakit,” kata Eko di lokasi pelepasliaran.

Kegiatan tersebut juga disaksikan langsung oleh tersangka A, seorang terduga penjual burung-burung dilindungi tersebut.

BACA JUGA :

FOTO : Underpass Perlintasan Gajah di Jalan Tol Pekanbaru-Dumai

Peringati Hari Bakti Rimbawan, Menteri Siti: Mari Bangkitkan Lagi Jiwa Korsa Rimbawan Indonesia

Sebelumnya Ditreskrimsus Polda Riau berhasil menangkap A seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berdinas di Pemerintahan Provinsi Riau.

Ia ditangkap Polisi karena diduga sebagai orang yang menjual puluhan burung yang dilindungi melalui media sosial.

Ia ditangkap di Pekanbaru pada sekitar akhir Januari 2021 lalu.

Penangkapan terhadap A berawal dari tim Ditreskrimsus Polda Riau melakukan patroli siber terkait dengan perdagangan satwa dilindungi jenis Burung Betet melalui media sosial Facebook.

BACA JUGA :

VIDEO : Pelepasliaran Ratusan Burung Warnai Deklarasi Penyelamatan TWA Sungai Dumai

Bersantai di Taman Sri Bijuangsa, Menikmati Semilir Angin & Indahnya Pemandangan Tepian Sungai Siak

Selain Burung Betet, melalui akun yang bernama Viet, tersangka juga menawarkan berbagai satwa dilindungi seperti anakan Buaya, Monyet, Macan Hutan dan Burung Elang.

Setelah petugas melakukan undercover sebagai pembeli, A berhasil ditangkap dan petugas juga berhasil mengamankan 29 ekor Burung Betet.

Burung ini termasuk dalam satwa yang dilindungi berdasarkan peraturan menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI tentang jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi,

Akibat perbuatannya, A disangkakan Pasal 21 Ayat 2 Undang-undang RI Nomor Lima Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Hayati dan Ekosistem dengan ancaman hukuman penjara lima tahun dan denda seratus juta rupiah.

Kisah Manusia Silver Asal Aceh di Pekanbaru, Ngecatnya 15 Menit, Bersihkannya Dua Jam

Pantai Terumbu Mabloe Inhil, Destinasi Wisata yang Menyajikan Keindahan Mangrove & Budaya Menongkah

Kebakaran di Giam Siak Kecil Sudah 11 Hari, Kepala BBKSDA Riau: Kami Akan Sita Bibit Sawit di Sana

Berikan Bibit Pohon, BBKSDA Riau Dukung Pemkab Kampar, Jaga Kesehatan dengan Lingkungan yang Hijau

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved