Destinasi Wisata di Pekanbaru

Bangkitkan Wisata Sejarah, Dispar Riau Bersama Komunitas Susuri Rute Bersejarah di Pekanbaru

Meski terkesan sederhana namun Tur Wisata Sejarah ini penuh dengan cerita yang bahkan menarik minat kaum milenia.

Editor: Theo Rizky
Istimewa/Dispar Riau
Tur Wisata Sejarah di Tugu Pahlawan Kerja Jalan Kaharuddin Nasution, Kota Pekanbaru, Riau, Sabtu (20/3/2021) lalu. 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, PEKANBARU - Dinas Pariwisata Provinsi Riau menggelar tur wisata sejarah menyusuri rute bersejarah yang melatari keberadaan sebuah kota bernama Pekanbaru, Sabtu (20/3/2021) lalu.

Tur dengan tetap menerapkan protokol kesehatan tersebut diikuti sejumlah komunitas , seperti dari Pekanbaru Heritage Walk (PHW), Jejak Sejarah Pariwisata (JSP) dan Pekanbaru Tempo Dulu (PTD).

Mengawali tur, para peserta berkumpul di halaman Kantor Dinas Pariwisata di kawasan Purna MTQ . Selanjutnya rombongan bergerak menuju Tugu Pahlawan Kerja di Jalan Kaharuddin Nasution, kawasan Simpang Tiga Pekanbaru. Areal yang menjadi saksi atas peristiwa romusha ini menjadi menu pembuka tur.

Aroma sejarah sedemikian meruak. Kisah getir para pekerja paksa yang sebagian besar meregang nyawa masih tergambar jelas di relief monumen.

Sebuah lokomotif juga masih berdiri di antara deretan batu nisan. Di tempat ini imaji seolah dibawa untuk kembali ke suatu masa kala tentara Jepang sangat berambisi menyatukan Pekanbaru dan Sumatera Barat dalam satu sistem transportasi berbasis rel.

BACA JUGA :

Pulihkan Sektor Parekraf, Dispar Riau Fasilitasi Vaksinasi Covid-19 Kepada Pelaku Pariwisata

Tingkatkan Gairah Pariwisata, Disparporabud Inhil Terapkan Program CHSE

Ribuan pekerja dipaksa membangun jalur kereta api dimasa invasi Dai Nippon tersebut. Proyek ambisius pada tahun 1942 itu berlangsung hanya sekitar setahun yang menghadirkan suatu cerita paling kelam dampak penjajahan.

Rel yang dibangun sepanjang 220 Kilometer dari arah Pekanbaru menuju Bukit Rimbang dan Bukit Baling di Kuantan Singingi berakhir di Muaro Sijunjung Sumatera Barat itu benar-benar horor.

Selain karena kelaparan, malaria, para pekerja tewas menyusul serangan binatang buas. Proyek ditujukan guna mendukung pemenangan Jepang dalam Perang Asia Timur Raya tersebut sekaligus merawat ingatan akan ragam peristiwa sejarah yang menyungkup Pekanbaru di masa lalu.

Lokasi ‘jalan-jalan’ setelahnya adalah kawasan Bandara Sultan Syarif Kasim II. Peserta disuguhi historia bandara di masa era kolonial, sampai cerita sejarah penerbangan perdana di Tahun 1930.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved