Destinasi Wisata di Meranti

Terletak di Tengah Hutan, Tasik Anak Penyagun di Meranti Sajikan Pemandangan yang Memanjakan Mata

Sektor pariwisata di Tasik Anak Penyagun , Kab Kepulauan Meranti ini diharapkan mampu menggerakan ekonomi masyarakat tempatan.

Penulis: Theo Rizky
Editor: Theo Rizky
Istimewa
Tasik Anak Penyagun di Desa Penyagun Kecamatan Rangsang , Kabupaten Kepulauan Meranti 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, MERANTI - Kabupaten Kepulauan Meranti memiliki potensi keindahan alam yang cukup menjanjikan untuk mendongkrak peningkatan pendapatan asli daerah disektor pariwisata.

Sektor pariwisata ini juga diharapkan mampu menggerakan ekonomi masyarakat tempatan.

Salah satu objek wisata yang sedang digarap adalah Tasik Anak Penyagun yang terletak di Desa Penyagun Kecamatan Rangsang .

Keindahan Tasik Anak Penyagun yang berada di tengah hutan sungguh luar biasa.

Walaupun demikian untuk dapat menikmati keindahannya pengunjung harus menempuh perjalanan sejauh dua kilometer dengan berjalan kaki menuju ke tengah hutan. 

BACA JUGA :

Tasik Nambus yang Memesona, Surga Tersembunyi di Tengah Belantara Hutan Kabupaten Kepulauan Meranti

Mamanjakan Mata di Pantai Beting Beras Kabupaten Kepualauan Meranti yang Memesona

Agar objek wisata yang memanjakan mata ini dapat terkelola dengan baik Wakil Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) Asmar, meminta pihak Kecamatan dan OPD terkait untuk menyiapkan infrastruktur pendukung.

"Kedepan saya minta kepada semua pihak khususnya Kecamatan, Dinas Pariwisata dan PU untuk bersinergi menyiapkan infrastruktur pendukukung untuk membangun objek wisata ini," ujar Asmar beberapa waktu lalu

Dilanjutkannya, keindahan Tasik Anak sangat memukau, "Ini aset yang sangat berharga yang wajib disyukuri untuk masyarakat Desa Penyagun, semoga objek wisata yang dapat menggerakan ekonomi masyarakat ini dapat kita kembangkan," ucapnya.

Selanjutnya untuk pengembangannya nanti, Wabup Asmar, mengingatkan agar jangan sampai merusak kondisi alami hutan.

Sehingga nuansa eksotis yang melekat pada objek wisata tersebut tetap terasa. Yang perlu diperhatikan menurut Wabup adalah bagaimana akses menuju lokasi Tasik Anak lebih mudah.

BACA JUGA :

Suasana Masih Alami, Warga Desa Ubah Waduk Jadi Objek Wisata Telaga Air Merah di Kepulauan Meranti

Cerita Pengusaha Kopi Liberika Meranti, Dipandang Sebelah Mata Hingga Berjaya di Negeri Tetangga

"Untuk pengembanganya yang perlu di perhatikan jangan sampai merusak nuansa alami yang ada di sekitar tasik seperti pohon pohon dan tumbuhan tumbuhan tetap terjaga, dan yang perlu di perioritaskan adalah akses jalan menuju ke Tasik tertata dengan baik," katanya lagi.

Sementara itu Kadis Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Meranti, Rizki Hidayat, dalam penjelasanya menyebutkan untuk membangun tempat wisata harus di perhatikan tiga hal yang harus dipenuhi, yakni akses jalan menuju tempat destinasi wisata, tersedianya fasilitas umum seperti masjid, musala, toilet tempat makan dan tempat santai lainnya, dan atraksi seperti kesenian atau kegiatan kebiasan suatu masyarakat setempat.

"Disinilah dibutuhkan komitmen dari masyarakat setempat untuk mendukung suksesnya objek wisata Tasik Anak ini, sehingga wisatawan yang berkunjung merasa nyaman yang pada akhirnya mempu meningkatkan ekonomi khususnya masyarakat tempatan," jelas Rizki.

Menjaga Kearifan Lokal Lewat Sempolet, Kuliner Khas Meranti yang Kaya Akan Cita Rasa

Eksotisme Pantai Beting Beras di Meranti, Miliki Garis Pantai Hingga 4 Kilometer.

Ekowisata Pelangi di Kepulauan Meranti, Tawarkan Panorama Laut dan Hijaunya Hutan Mangrove.

Lari di Atas Tual Sagu, Lahir Dari Kebiasaan Masyarakat Meranti Hingga Diakui Secara Nasional

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved