Make Up

Jangan Tunggu Sakit, Begini Cara Merawat Gigi Agar Awet Bertahun-tahun

Bintik di lapisan email tidak menimbulkan rasa sakit. Tetapi apabila dibiarkan, lubang berupa bintik tadi semakin melebar dan dalam.

Editor: Theo Rizky
Istimewa
drg. Muhammad Rizki saat praktek belum lama ini 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, PEKANBARU - Masalah pada gigi kerap diabaikan. Kesadaran merawat gigi baru ada setelah rasa sakit melanda. Rasa sakit tentu disebabkan oleh rusaknya gigi.

Kerusakan pada organ pengunyah kian parah jika tidak segera dirawat. drg Muhammad Rizki mengungkapkan, umumnya kerusakan gigi dimulai dari bintik pada lapisan email gigi.

Bintik terbentuk dari endapan sisa makanan yang menempel di lapisan luar gigi. "Awalnya di lapisan email ada lubang kecil dari sisa makanan yang menempel. Lama-kelamaan menjadi plak," ungkap Rizki.

Plak tersebut kemudian berakumulasi dengan kuman. Sebab, kata dia, di dalam mulut terdapat kuman. Sehingga gigi mengalami proses demineralisasi yang membuat keropos.

"Kebiasaan habis makan yang bodoh amat. Sebenarnya diusahakan berkumur sudah cukup, kalau nggak bisa sikat gigi," ujar Rizki.

Bintik di lapisan email tidak menimbulkan rasa sakit. Tetapi apabila dibiarkan, lubang berupa bintik tadi semakin melebar dan dalam.

Lubang pun menghitam karena akumulasi sisa makanan yang mengendap. Lambat laun, demineralisasi menembus lapisan dentin, yakni lapisan gigi setelah email.

BACA JUGA :

Pantai Hospital Siap Terima Pasien Riau Saat Akses ke Malaysia Kembali Dibuka

Melihat Chevrons Corner di Museum Sang Nila Utama, Sajikan Beragam Informasi Terkait Migas di Riau

"Kalau sudah sampai di lapisan dentin, mulai ngilu," ujar dokter yang membuka praktik Dental Clinic Muhammad Rizki yang berlokasi di Jalan Handayani Nomor 268, tak jauh dari Jalan Inpres/Kartama, Pekanbaru, ini.

Jika terus dibiarkan, lanjut Rizki, kerusakan akan mencapai lapisan pulpa. Sehingga menimbulkan rasa sakit karena lapisan ini merupakan saluran saraf.

Kerusakan semacam ini bukan hanya terjadi di gigi geraham. Ia juga sering menjumpai di antara celah gigi seri. Bahkan di balik gigi bagian depan yang tidak terlihat.

Sebenarnya, Rizki menjelaskan, kerusakan parah bisa dicegah saat masih di lapisan email. Inilah perlunya mengecek kondisi gigi rutin setiap enam bulan. Saat dicek oleh dokter gigi, plak tersebut akan ketahuan.

Dokter harus memastikan terlebih dahulu kerusakan sudah sampai di lapisan mana. Tingkat keparahan akan mempengaruhi cara penanganannya. Penanganan untuk kerusakan di sebatas lapisan email tidak sama dengan untuk di lapisan dentin dan pulpa.

Gigi rusak pada celah gigi seri dan setelah ditambal
Gigi rusak pada celah gigi seri dan setelah ditambal (Istimewa)

Rizki menuturkan, lubang pada gigi dapat ditambal dengan mudah jika masih di lapisan email. Plak dan lubang dibersihkan terlebih dahulu.

Penambalan paling bagus dengan komposit. "Metode ini pakai sinar yang membantu pengerasan komposit pada gigi," terang Rizki.

Metode lainnya dengan glass ionomer. Disebut juga dengan metode konvensional. Berbahan serbuk yang dicampur dengan cairan, lalu ditempelkan pada gigi. Seperti penyemenan.

BACA JUGA :

Tampil Mewah dan Menarik dengan Turkish Make Up Look, Diangkat dari Tren Kecantikan ala Wanita Turki

Tampil Cantik dengan Make Up Ala Sunda

"Yang konvensional ini (glass ionomer) ini biasanya untuk anak-anak. Unt dewasa, kurang kuat," ujar pria 32 tahun ini.

Rizki mengungkapkan, dahulu masih ada Amalgam. Tetapi penggunaan metode ini sudah dilarang sejak 2004 karena bahannya mengandung merkuri yang berbahaya bagi kesehatan.

Gigi menguning di lapisan dentin
Gigi menguning di lapisan dentin (Istimewa)

Untuk yang sampai di lapisan dentin, penanganannya sama. Tetapi, tentu lebih rumit. Apalagi jika sudah sampai di pulpa. Tahap awalnya harus dilakukan perawatan terhadap saluran akar gigi terlebih dahulu.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved