BBKSDA Riau

Penyelundupan Puluhan Ekor Anak Buaya Berhasil Digagalkan di Bandara SSK II Pekanbaru

Barang bukti buaya lalu dibawa ke Klinik Transit Satwa Balai Besar KSDA Riau untuk dilakukan perawatan sementara

Penulis: Theo Rizky
Editor: Theo Rizky
Dok Balai Besar KSDA Riau
Pengiriman paket berisi puluhan anak buaya muara (Crocodilus porosus) berhasil digagalkan di Bandara SSK II Pekanbaru Rabu (24/3/2021) . 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, PEKANBARU - Pihak otoritas Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru menggagalkan pengiriman paket berisi puluhan anak buaya muara (Crocodilus porosus), Rabu (24/3/2021) lalu.

Disampaikan Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau , Suharyono, berdasarkan kabar dari AVSEC Bandara SSK II Pekanbaru , saat itu diperoleh informasi adanya kiriman paket yang mencurigakan.

Setelah pihak AVSEC bersama Balai Besar KSDA Riau melakukan pemeriksaan melalui mesin XRay, didapati bahwa paket tersebut berisi satwa jenis buaya.

Selanjutnya petugas membuka paket dan melakukan pemeriksaan dan mendapati 22 ekor buaya muara yang dikemas dalam 8 kantong plastik.

“Dari 22 ekor buaya muara, terdapat tujuh ekor dalam kondisi mati dan yang masih hidup sebanyak 15 ekor,” kata Suharyono, Kamis (1/4/2021).

BACA JUGA :

Acara Belum Dibuka, Karya Seni Pada Pameran Pajang Karya DKR 1.2 Sudah Terjual

Bioskop di Pekanbaru Kembali Dibuka, Godzilla Vs Kong Jadi Film Perdananya

Dalam setiap kantong plastik terdapat lubang udara dan sabut kelapa dalam kondisi lembab.

Dijelakannya, paket itu dikirim melalui jasa pengiriman TIKI dengan nomor resi 03021036077, dengan pengirim atas nama Rendi, alamat Bengkalis Meskon dan alamat tujuan atas nama Johan, dengan alamat Jalan Infeksi Pam RT 11/RW 07 No 160 Cakung Barat, Cakung Jakarta Timur.

Pengiriman paket berisi puluhan anak buaya muara (Crocodilus porosus) berhasil digagalkan di Bandara SSK II Pekanbaru Rabu (24/3/2021) .
Pengiriman paket berisi puluhan anak buaya muara (Crocodilus porosus) berhasil digagalkan di Bandara SSK II Pekanbaru Rabu (24/3/2021) . (Dok Balai Besar KSDA Riau)

Selanjutnya, pihak AVSEC bersama Polhut Balai Besar KSDA Riau bersama-sama membawa barang bukti tersebut ke Pos Jaga Bandara Balai Besar KSDA Riau dan dilakukan serah terima.

Barang bukti buaya lalu dibawa ke Klinik Transit Satwa Balai Besar KSDA Riau untuk dilakukan perawatan sementara dan pengecekan kondisi kesehatan satwa.

Sedangkan satwa Buaya muara yang mati sebanyak tujuh ekor disimpan di frezer Klinik Transit Satwa.

BACA JUGA :

VIDEO : Polda Riau dan BBKSDA Riau Lepasliarkan Burung Dilindungi di TWA Buluh Cina

Ingatkan Tentang Aset Kawasan Hutan, BBKSDA Riau Gelar Deklarasi Penyelamatan TWA Sungai Dumai

Balai Besar KSDA Riau selanjutnya melakukan koordinasi dengan pihak Direktorat Krimsus Polda Riau dan Balai KSDA DKI Jakarta.

Dari hasil penelusuran diketahui , nomor resi alamat pengirim atas nama Rendi di Bengkalis Meskom bukanlah berasal dari wilayah Kabupaten Bengkalis , akan tetapi berasal dari wilayah Kabupaten Siak .

Berdasarkan hasil koordinasi dengan BKSDA DKI Jakarta diperoleh bahwa informasi alamat tujuan adalah alamat perorangan dan bukan alamat nama yang tercantum dalam tujuan.

“Setelah dilakukan perawatan selama kurang lebih 7 hari, maka pada hari Rabu (31/3/2021) dilakukan pelepasliaran di salah satu kawasan konservasi di Provinsi Riau,” kata Suharyono.

Kebakaran di Giam Siak Kecil Sudah 11 Hari, Kepala BBKSDA Riau: Kami Akan Sita Bibit Sawit di Sana

FOTO : Bayi Owa Ungko Lahir di Kandang Transit Satwa BBKSDA Riau

Ada Informasi Harimau Serang Warga di Kerumutan, Polisi & BBKSDA Riau Turun ke Lokasi, Ini Hasilnya

Bangkai Dugong Seberat 140 Kg Ditemukan di Pantai Dumai, Ini Penjelasan BBKSDA Riau

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved