Bandara SSK II Pekanbaru

Bandara SSK II Pekanbaru Belum Terapkan Penggunaan GeNose C19

Penerapan penggunaan alat GeNose C19 tersebut dilakukan secara bertahap di beberapa bandara di Indonesia

Editor: Theo Rizky
tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky
Seorang calon penumpang pesawat di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru menggunakan masker beberapa waktu lalu 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, PEKANBARU - Walau sebagian bandara di Indonesia mulai menerapkan GeNose sebagai alat untuk mendeteksi dini yang berbasis embusan napas sebagai alternatif skrining kesehatan pelaku perjalanan orang dalam negeri pada moda transportasi udara, namun Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru dipastikan belum menerapkan hal tersebut. 

Executive General Manager (EGM) Angkasa Pura II Bandara SSK II Pekanbaru Yogi Prastyo Suwandi mengatakan, penerapan penggunaan alat GeNose tersebut dilakukan secara bertahap, dan untuk tahap ini, ada empat bandara yang menerapkan, dan Riau belum termasuk di dalamnya. 

"Penerapan penggunaan alat GeNose di bandara dilakukan secara bertahap. Ada empat daerah untuk tahap ini," kata Yogi, Jumat (2/4/2021).

Adapun empat bandara yang menerapkan alat GeNose secara bertahap yakni, Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Bandara Internasional Yogyakarta dan Bandara Internasional Juanda, Surabaya.

Sebagaimana diketahui, Kementerian Perhubungan kembali menetapkan aturan dalam pelaksanaan perjalanan orang dalam negeri dengan transportasi udara dalam masa pandemi Covid-19 .

Salah satu yang menjadi fokus adalah penggunaan GeNose C19.

BACA JUGA :

Acara Belum Dibuka, Karya Seni Pada Pameran Pajang Karya DKR 1.2 Sudah Terjual

Alat Olahraga Treadmill Diskon 40 Persen di Gramedia Mal SKA

Direktur Jenderal Perhubungan Udara mengatakan bahwa, menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 12 Tahun 2021, maka transportasi udara untuk perjalanan domestik akan mulai  menggunakan GeNose C19 sebagai alat deteksi dini untuk pengecekan penumpang negatif Covid-19 . 

"Kami akan mulai menggunakan GeNose C19 sebagai salah satu alternatif  persyaratan calon penumpang untuk dapat terbang, namun saat ini akan dimulai  di 4 bandar udara," kata Dirjen Novie.

Dirjen Novie memaparkan bahwa pelaksanaan itu dimulai sejak 1 April 2021, meskipun terbatas, namun akan terus dilakukan penambahan dan penyempurnaan dalam pelaksanaannya, dan penumpang juga dapat menggunakan  RT-PCR dan Rapid Test Antigen. 

Ia menambahkan, penumpang yang akan melakukan perjalanan, tetap wajib menunjukkan hasil negatif Tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3x24 jam.

Kemudian hasil negatif Rapid Test Antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2x24 jam, atau hasil negatif Tes GeNose C19 di bandar udara yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1x24 jam, sebelum keberangkatan.

Pemprov Riau Izinkan Salat Tarawih dan Tadurusan di Masjid Selama Ramadan

Dispar Riau Akan Luncurkan Aplikasi dan Kalender Event Pariwisata 2021, Catat Tanggalnya

Buka Kembali, Harga Tiket Bioskop Kini Menjadi Lebih Murah

Napak Tilas Perjuangan Sultan Syarif Kasim II, Pria ini Gowes Menuju Titik Nol Kilometer

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved