Kuliner di Bengkalis

Enaknya Kuliner Berbahan Tepung Biji Getah Buatan Dewi, Dari Brownies Hingga Cemilan Kering Tersedia

Olahan biji getah dapat dijadikan bahan membuat aneka camilan, Dengan kata lain, tepung biji getah dapat menggantikan tepung terigu

Editor: Theo Rizky
Istimewa
Dewi Melinda memperlihatkan produk yang diolah dari biji getah 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, BENGKALIS - Karya anak bangsa asal Kabupaten Bengkalis ini menambah khazanah kuliner nusantara. Olahan biji getah dapat dijadikan bahan membuat aneka cemilan.

Adalah Dewi Melinda yang menemukannya, warga Desa Berancah Kecamatan Bantan ini mengubah isi dari biji getah dapat diolah menjadi tepung untuk bahan adonan.

Menurut Dewi, semua makanan berbahan terigu bisa dibuat dari tepung biji getah.

Dengan kata lain, tepung biji getah dapat menggantikan tepung terigu.

"Semua makanan yang pakai tepung biji getah, lebih enak. Teksturnya lebih ngembang," kata Dewi belum lama ini.

Ia tidak perlu menggunakan bahan pengembang untuk membuat kue.

Biskuit paragu dari tepung biji getah
Biskuit paragu dari tepung biji getah (Istimewa)

Dewi mengatakan, cemilan goreng berbahan tepung biji getah juga lebih renyah. Di mulut terasa seperti sedang mengunyah kacang.

"Terasa bedanya pas dimakan. Kranci, krenyes-krenyes gitu," katanya.

Wanita 28 tahun ini mengatakan, pengolahan biji getah menjadi tepung melalui proses panjang yang memakan waktu hingga tujuh hari. Cara pengolahannya telah dipatenkan.

Menurut Dewi, dari hasil penelitian, biji getah memiliki kadar protein yang lebih tinggi dari kacang kedelai. Sehingga sangat layak konsumsi dan menyehatkan.

Dewi menjelaskan, dalam hal lama memasaknya, secara umum makanan berbahan tepung biji getah tidak jauh berbeda dengan tepung terigu.

BACA JUGA :

Rintis Usaha Kuliner Berbahan Biji Getah, Wanita di Bengkalis ini Hasilkan Omset Jutaan Rupiah

Makan Mewah Harga Merakyat, Mami Vaiz Kitchen Sajikan Kuliner Khas Jepang, Cocok Buat Semua Kalangan

Bermacam Camilan

Dewi telah menghasilkan beraneka produk camilan dari bahan tepung biji getah. Hasilnya telah dipasarkan ke sekitar Riau sampai keluar Riau.

Menurut Dewi, keripik brownies biji getah dan brownies panggang adalah yang terlaris. Keripik brownies begitu renyah dan ukurannya tipis.

Harganya Rp 15 ribu per ons atau Rp 140 ribu per kg.

Keripik brownies biji geta
Keripik brownies biji getah (Istimewa)

Sedangkan brownies panggang, teksturnya lebih lembut. Harganya mulai dari Rp 25 ribu untuk ukuran kecil, Rp 45 ribu ukuran sedang dan Rp 75 ribu.

"Pembuatannya sama seperti membuat brownies.  Tetap pakai campuran cokelat. Ada topping taburan tepung biji getah juga," ujar Dewi.

Lalu ada stik biji getah. Camilan ini bentuknya memanjang seperti kue bawang dan digoreng. Harganya Rp 10 ribu per ons atau Rp 75 ribu per kg.

Brownies panggang yang dibuat dari tepung biji getah
Brownies panggang yang dibuat dari tepung biji getah (Istimewa)

Ada lagi Ilik-ilik Biji Getah. Bentuknya juga memanjang. Saat digigit, permukaannya memang agak keras.

Tetapi begitu dikunyah, bagian lapisan dalamnya terasa lebih lembut. Harganya Rp 10 ribu per ons atau Rp 80 ribu per kg.

Dewi juga membuat Bolu Dam, salah satu kue khas Bengkalis yang jika dipotong, di dalamnya seperti papan catur berwarna putih dan cokelat.

BACA JUGA :

Enaknya Kue Palito Daun, Makanan Khas Kampar yang Pernah Mendapat Rekor Muri

Asam Pedas Patin dan Baung yang Menggoda Selera, Pecinta Kuliner Wajib Coba Jika ke Pekanbaru

Bolu Dam ini tersedia dengan tiga macam selai.  Yakni, selai rasa nanas, rasa kelapa dan netral.

"Selai juga terbuat dari tepung biji getah. Makanya selainya agak krenyes gitu," katanya.

Harganya dimulai Rp 65 ribu untuk ukuran kecil dan Rp 120 ribu untuk ukuran jumbo.

Nastar Biji Getah
Nastar Biji Getah (Istimewa)

Selain itu, ada biskuit tiga rasa. Yakni, nanas, kelapa dan netral (oroginal). Biskuit ini, kata Dewi, pernah memenangkan lomba yang diselenggarakan pemerintah Provinsi Riau .

Biskuit ini lebih populer dengan sebutan "Paragu". Varian dengan rasa netral yakni Rp 120 ribu per kg, rasa kelapa Rp 130 ribu per kg dan rasa nanas Rp 140 ribu per kg.  Tersedia dalam kemasan toples.

Ada pula Nastar Biji Getah. Cara pembuatannya sama seperti pembuatan nastar yang biasa dijumpai.

Keripik yang terbuat dari umbi gadung
Keripik yang terbuat dari umbi gadung (Istimewa)

Dewi mengemukakan, dirinya tetap memakai tepung terigu dalam setiap produknya. Perbandingan tepung biji getah dengan tepung terigu 50:50 persen.

Menurut Dewi, tepung biji getah bisa saja digunakan sebagai bahan untuk membuat es krim dan puding. Tetapi ia tidak menyediakanya untuk dijual.

Ia juga mengolah Umbi Gadung yang menghasilkan bermacam produk makanan. Seperti keripik, kue dan biskuit

Sedapnya Soto Betawi Ala Riau di Warung Sobet Pekanbaru, Isian Ikan Salai Sembilang Paling Favorit

Kue Hamparan Tatak, Penganan Tradisonal Suku Banjar yang Menjadi Ikon Kuliner di Inhil

Warung Kopi Pak Itam Reborn Hadir dengan Suasana Baru, Konsumen Bisa Pesan Makanan Langsung Dari HP

Ramah di Kantong, Makan dan Ngopi di Teras Kafe Hotel Mutiara Merdeka Mulai Dari Rp 10 Ribu

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved