BRSAMPK Rumbai

Balai Anak Rumbai Amankan Bayi Kasus Dugaan Adopsi Ilegal oleh Oknum Bidan di Pekanbaru

Perkara praktik adopsi illegal ini bermula saat seorang wanita inisial KR yang hamil di luar nikah, bertemu seorang bidan untuk proses persalinan.

Istimewa
Balai Anak “Rumbai” di Pekanbaru menerima bayi dari kasus dugaan penjualan bayi dan adopsi illegal oleh oknum bidan di Kota Pekanbaru, Selasa (20/4/2021) 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, PEKANBARU - Dugaan kasus penjualan bayi dan adopsi ilegal oleh oknum bidan di Kota Pekanbaru beberapa waktu lalu kini tengah ditangani oleh Polda Riau'>Ditreskrimum Polda Riau .

Perkara praktik adopsi ilegal ini bermula saat seorang wanita inisial KR yang hamil di luar nikah, bertemu seorang bidan untuk proses persalinan.

Kemudian oknum bidan menawarkan untuk mencari orangtua angkat bagi anak yang akan dilahirkan korban.

Pada 23 Desember 2020 lalu akhirnya korban melahirkan seorang anak laki-laki dengan dibantu persalinannya oleh oknum bidan tersebut.

Setelah melahirkan, oknum bidan memberikan uang pemulihan senilai Rp 3 juta, uang untuk mengurus BPJS Rp 500 ribu, dan uang baju anak Rp 500 ribu.

Namun sejak saat itu korban tidak diperbolehkan untuk menemui anaknya dan diduga oknum bidan telah melakukan praktik adopsi ilegal dan penjualan bayi korban.

“Perkaranya sedang diproses, sedang ditangani, sudah dimintai keterangan beberapa saksi, termasuk terlapor (oknum bidan). Kami masih melakukan pendalaman, mungkin akan meminta keterangan ahli juga,” ujar Kanit I Subdit IV Polda Riau'>Ditreskrimum Polda Riau, Kompol Dumaria secara tertulis, Selasa (20/4/2021).

BACA JUGA :

Balai Anak Rumbai Pekanbaru Terima Rujukan Kasus Anak Viral di Pelalawan

Ini Daftar 28 Kelurahan di Kota Pekanbaru yang Masuk Zona Merah Covid-19

Merespon kasus tersebut, Balai Anak “Rumbai” di Pekanbaru, berupaya untuk memberikan perlindungan dan pengamanan bagi bayi korban.

“Penyerahan anak korban yang saat ini kasusnya sedang dalam proses penyidikan lebih lanjut. Kami akan melakukan pengamanan dan pengasuhan sementara sambil menunggu proses penyelesaian permasalahan ini dengan kepastian yang jelas.” ujar Kepala Balai Anak “Rumbai”, Ahmad Subarkah.

Balai Anak Rumbai Pekanbaru telah menyusun langkah-langkah untuk menjamin kebutuhan dan keamanan bayi korban mulai dari penyiapan asrama, pemenuhan kebutuhan dasar bayi, menyiapkan tenaga pengasuh dan kelengkapan bayi, pembatasan kunjungan, serta selektif dalam penerimaan tamu yang akan masuk.

BACA JUGA :

Pastikan Proses Adopsi Sesuai Aturan, Balai Anak Rumbai Beri Penguatan Pada Calon Orang Tua Asuh

Bangun Sinergitas, Balai Anak Rumbai Pekanbaru Gelar Sosialisasi dan Koordinasi Program ATENSI

“Untuk sementara, sesuai dengan aturan yang ada untuk adopsi ini memang sangat diperlukan proses, mekanisme, maupun persyaratan yang harus kita lalui. Proses adopsi diatur dalam PP No.54 Tahun 2007 tentang Pelaksanaan Pengangkatan Anak dan Permensos No.110 Tahun 2009 tentang Persyaratan Pengangkatan Anak. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi apabila ingin melakukan adopsi. Kemudian diperjelas kembali dengan Pedoman Teknis Prosedur Pengangkatan Anak dalam Perdirjen No.02 Tahun 2012.” tambah Ahmad Subarkah.\

Balai Anak “Rumbai” di Pekanbaru menerima bayi dari kasus dugaan penjualan bayi dan adopsi illegal oleh oknum bidan di Kota Pekanbaru, Selasa (20/4/2021)
Balai Anak “Rumbai” di Pekanbaru menerima bayi dari kasus dugaan penjualan bayi dan adopsi illegal oleh oknum bidan di Kota Pekanbaru, Selasa (20/4/2021) (Istimewa)

Dalam pertemuan yang dihadiri oleh Polda Riau, Dinas Sosial Provinsi Riau, Dinas Sosial Kota Pekanbaru, Komnas Perlindungan Anak Riau, dan orangtua bayi, Ahmad Subarkah, menekankan pentingnya komitmen, koordinasi, dan kolaborasi yang baik dari para stakeholder untuk terselenggaranya proses adopsi dan pengasuhan sementara yang sesuai dengan aturan untuk menghindari penyalahgunaan, penyelewengan, dan praktik adopsi illegal.

“Kami juga berharap dengan kehadiran bapak ibu sekalian, kita bisa menyamakan persepsi bagaimana proses dan mekanisme pengasuhan anak atau adopsi. Ini menjadi dasar kita bersama. Jangan sampai terjadi permasalahan-permasalahan karena saat ini masih ada ditemui beberapa kasus yang terjadi terkait dengan adopsi ini.” ujar Ahmad Subarkah.

Balai Anak Rumbai Salurkan Bantuan Untuk Anak Korban Bencana Banjir dan Puting Beliung di Pekanbaru

RZ dan Orangtuanya Dipertemukan, Balai Anak Rumbai Reunifikasi Anak yang Alami Keterpisahan

Balai Anak Rumbai di Pekanbaru Salurkan 333 Paket Bantuan Sembako Untuk Anak Terdampak Covid-19

Ikuti kami di
Penulis: Theo Rizky
Editor: Theo Rizky
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved