Destinasi Wisata di Kuansing

Berusia Ratusan Tahun, Mimbar Masjid Jamik Koto Pangean Kuansing Masih Digunakan Hingga Kini

Sejarah Islam di Kabupaten Kuantan Singingi , Desa Koto Pangean, Kecamatan Pangean tidak terlepas dari Masjid Jamik Koto Pangean

Dok Tribun Pekanbaru
Garin masjid Jamik Koto Pangean, Jamiun dan mimbar berusia ratusan tahun berada disampingya di Masjid Jamik Koto Pangean 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, KUANSING -  Hingga kini, Masjid Jamik Koto Pangean masih menggunakan mimbar yang berusai ratusan tahun. Masjid ini termasuk masjid bersejarah di Kuansing.

"Sampai sekarang kita masih menggunakan mimbar tersebut," kata datok penghulu Pangean, H Ubandi Yusuf Datuak Topo pada Tribunpekanbarutravel.com , Kamis (22/4/2021).

Mimbar tersebut terbuat dari kayu. Tidak dipaku dan tidak diikat. Hanya dipahat dan bisa dilepas. Saat ini mimbar tersebut dicat warnai hijau.

H Ubandi Yusuf Datuak Topo membenarkan mimbar tersebutlah yang tersisa dari awal sekali masjid ini berdiri.

"Itu yang masih asli. Yang dari awal," terangnya.

Bicara sejarah Islam di Kabupaten Kuantan Singingi , Desa Koto Pangean , Kecamatan Pangean tidak terlepas dari Masjid Jamik Koto Pangean .

BACA JUGA :

Tahun Ini Pemprov Riau Akan Pugar Masjid Agung An Nur, Disiapkan Menjadi Ikon Wisata Religi

Masjid Agung Kuansing Simbol Religius Warga Setempat, Masuk dalam 100 Masjid Termegah di Indonesia

Disebut bersejarah, usia masjid tersebut sudah ratusan tahun. Selain itu, dulunya, masjid tersebut menjadi pusat syiar Islam di daerah Pengean dan sekitarnya.

Beberapa waktu lalu, Jamiun, seorang garin Masjid Jamik juga mengatakan hal yang sama. Mimbar tersebut merupakan mimbar yang sejak awal masjid ini berdiri.

"Kalau masjid sekarang ini bukan yang dari awal. Tapi kalau mimbar masjid masih sejak awal itu," kata Jamiun beberapa waktu lalu.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Theo Rizky
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved