Destinasi Wisata di Bengkalis

Cerita Masjid Sabilillah, Saksi Bisu Perjuangan Rakyat Bengkalis Saat Agresi Militer Belanda II

Bangunan pertama ini bertahan hingga tahun 1949 Masehi. Kemudian hancur rata dengan tanah setelah dibakar oleh Belanda saat agresi militer II

Editor: Theo Rizky
Dok Tribun Pekanbaru
Masjid Fi Sabilillah Desa Padekik , Kecamatan Bengkalis , Kabupaten Bengkalis 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, BENGKALIS - Masjid berwarna putih berkubah hijau ditambah dengan hiasan ornamen kuning emas megah berdiri di Jalan K.H Rasyid Desa Padekik Kecamatan Bengkalis , Kabupaten Bengkalis .

Kemegahan ini semakin terasa saat berada di dalam masjid dengan suasana yang nyaman.

Masjid ini memiliki dua lantai digunakan untuk tempat beribadah. Bagunan lantai dua ditopang dengan empat tiang utama penyanggah.

Tiang penyanggah terbuat dari beton dengan lapisan kayu dibagian bawahnya menambah keindahan masjid.

Sementara plafon masjid terbuat dari kayu dengan warna alami kecoklatan menghiasi masjid menambah kenyamanan mata memandang.

Bagian dalam memiliki luas sekitar 15x15 meter, dengan tujuh pintu termasuk pintu utamanya di bagian tengah.

Antar pintunya dipenuhi jendela menembus cahaya masuk kedalam ruangan.

BACA JUGA :

Berusia Ratusan Tahun, Mimbar Masjid Jamik Koto Pangean Kuansing Masih Digunakan Hingga Kini

Masjid Agung Kuansing Simbol Religius Warga Setempat, Masuk dalam 100 Masjid Termegah di Indonesia

Sekilas masjid ini tidak berbeda dengan masjid pada umumnya. Namun siapa sangka masjid ini ternyata menyimpan sejarah yang menjadi kebanggaan warga Desa Padekik .

Masjid ini awal bernama Masjid Padekik dibangun pada tahun 1937 Masehi sebelum kemerdekaan.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved