Destinasi Wisata di Kampar

Masjid Jami Air Tiris, Masjid Tertua di Kampar yang Punya Cerita Magis

Adalah Masjid Jami Air Tiris yang terletak di Desa Tanjung Barulak, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar yang menjadi salah satu masjid tertua di Kampar

Editor: Theo Rizky
Dok Tribun Pekanbaru
Masjid Jami Air Tiris di Desa Tanjung Barulak, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, KAMPAR - Kabupaten Kampar terkenal dengan sebutan negeri Serambi Makkah-nya Riau , Kabupaten ini juga dikenal memiliki masjid tertua .

Adalah Masjid Jami Air Tiris yang terletak di Desa Tanjung Barulak Kecamatan Kampar Kabupaten Kampar yang menjadi salah satu masjid tertua di Kabupaten Kampar

Masjid ini oleh masyarakat sekitar juga dikenal dengan nama Masjid Pasar Usang . Nama ini diberikan karena letak masjid yang tidak jauh dari sebuah pasar tua bernama Pasar Usang.

Sudah sejak sebelum tahun 1901 masjid ini berdiri dengan permulaan dahulunya sebagai sebuah musala tempat masyarakat beribadah.

Musala atau surau ini kemudian didirikan sebagai aasjid atas kemurahan hati dan kebaikan seseorang yang mau menyumbangkan hartanya bernama Datuk Engku Mudo Songkal .

Pembangunan masjid tertua ini dilakukan secara bergotong royong dengan masyarakat dan mempersatukan para ninik mamak (tetua adat) suku-suku yang ada.

Selain umurnya yang tua, masjid ini dikenal dengan banyaknya kejadian magis religius terjadi disini.

Kejadian yang paling terkenal diseantero para pelancong yang mengunjungi masjid ini yakni adanya batu kepala kerbau yang kerap berpindah-pindah tempat disekitar masjid.

Batu tersebut hingga saat ini masih ada di masjid tersebut dengan diletakkan disebuah bak.

BACA JUGA :

Majid Baiturrahman Syech Umar, Masjid Bersejarah di Dumai, Dibangun 5 Tahun Setelah Kemerdekaan RI

Masjid Syahabuddin, Saksi Bisu Kerajaan Melayu Islam di Siak, Dibangun di Era Sultan Syarif Kasim II

Ketua Pengurus Majid, Nazarudin beberapa waktu lalu mengatakan dahulunya batu yang mirip bentuk kepala kerbau ini kerap berpindah-pindah tempat.

Namun demikian batu ini berpindah tidak pernah jauh dari masjid.

Ia menuturkan batu ini dulunya dibawa dari sungai sebagai bantalan untuk mendirikan tiang.

"Saat pembangunan ada 40 batu sungai yang dijadikan landasan atau bantalan untuk mendirikan tiang masjid. Namun batu kepala kerbau ini yang paling sulit untuk digunakan sebagai bantalan," ungkapnya.

Dahulunya masyarakat sampai kesulitan mendirikan tiang diatas batu tersebut, sampai pada akhirnya batu tersebut diasingkan dan tidak digunakan.

BACA JUGA :

Cerita Masjid Sabilillah, Saksi Bisu Perjuangan Rakyat Bengkalis Saat Agresi Militer Belanda II

Berusia Ratusan Tahun, Mimbar Masjid Jamik Koto Pangean Kuansing Masih Digunakan Hingga Kini

Berjalan waktu, tanpa dipindahkan orang, batu unik ini kerap berpindah-pindah tempat.

Batu unik ini kini diletakkan disebuah bak air dan kerap kali masyarakat yang berkunjung ke Masjid Jami Air Tiris yang mengambil air di bak yang berisi batu tersebut.

"Banyak pengunjung yang mempercayai bahwa air dari rendaman batu tersebut berkhasiat menghilangkan penyakit," ungkapnya.

Satu peninggalan budaya yang masih asri terjaga di Kabupaten Kampar yaitu Masjid Jami Air Tiris yang berada di Desa Tanjung Berulak Kecamatan Kampar.
Satu peninggalan budaya yang masih asri terjaga di Kabupaten Kampar yaitu Masjid Jami Air Tiris yang berada di Desa Tanjung Berulak Kecamatan Kampar. (Istimewa)

Selain kejadian magis tesebut, pada tahun 2016 lalu saat Kabupaten Kampar dilanda banjir besar, masjid tua ini sama sekali tidak terendam banjir.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved