Dampak Virus Corona di Riau

Perusahaan Angkutan Umum di Inhil Dilarang Bawa Penumpang Mudik

Rombongan Sat Lantas Polres Inhil menyosialisasikan dan menyebarkan leaflet tentang imbauan larangan mudik kepada perusahaan angkutan umum.

Editor: Theo Rizky
Dok Tribun Pekanbaru
Kasat Lantas AKP Lassarus Sinaga beserta anggota mendatangi sejumlah perusahaan angkutan umum yang beroperasi membawa penumpang antar kota antar provinsi untuk menyosialisasikan dan menyebarkan leaflet tentang imbauan larangan mudik kepada perusahaan angkutan umum, Rabu (28/4/2021) sore 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, INHIL - Sat Lantas Polres Inhil menyosialisasikan larangan mudik lebaran 2021 kepada perusahaan angkutan umum (PO) dalam provinsi dan luar provinsi yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir .

Kasat Lantas AKP Lassarus Sinaga beserta anggota mendatangi sejumlah perusahaan angkutan umum yang beroperasi membawa penumpang melintasi antar kota antar provinsi.

Rombongan Sat Lantas Polres Inhil menyosialisasikan dan menyebarkan leaflet tentang imbauan larangan mudik kepada perusahaan angkutan umum.

AKP Lassarus Sinaga pun mengharapkan kerjasama dari perusahaan angkutan umum di Kabupaten Inhil untuk tidak membawa penumpang yang berencana untuk mudik dalam masa pandemi Covid-19 .

“Bukan hanya kepada pihak perusahaan angkutan umum saja, peraturan juga berlaku bagi semua masyarakat. Kepada masyarakat, mari sama-sama bangun kesadaran untuk memutus penyebaran Covid-19 di wilayah kita ini dengan tidak melaksanakan mudik tahun ini,” ucap AKP Lassarus, Kamis (29/4/2021).

BACA JUGA :

Wako Pekanbaru Imbau Masyarakat Hindari Mudik Lebaran 2021

Kapal Penumpang di Meranti Dipastikan Tidak Beroperasi 6 Sampai 7 Mei 2021

Menurutnya, selain mengawasi kendaraan roda empat (pribadi) yang ingin memasuki wilayah perbatasan Kabupaten Inhil , Satlantas juga melarang penumpang orang angkutan umum membawa masyarakat Inhil yang ingin mudik.

“Kebijakan tersebut berlaku bagi perjalanan keluar dan masuk wilayah Inhil. Pada hakekatnya sebelum tanggal 6 tidak direkomendasikan untuk mudik mendahului,” tuturnya.

Ditambahkannya lagi, masyarakat yang nekat curi start mudik atau mudik duluan, nantinya akan diminta karantina selama lima hari.

“Lokasi karantinanya bukan di rumah masing-masing, tapi di tempat yang disediakan oleh pemerintah daerah setempat,” pungkasnya.

Pengelola Pastikan Pelayaran Kapal Penumpang Bengkalis - Kepri Tidak Beroperasi Mulai 6 Mei 2021

Wilayah Aglomerasi Bisa Tetap Mudik Lokal, Ini Penjelasan Dishub Kota Pekanbaru

Pos Perbatasan Kuansing-Sumbar Aktif, Ini Ketentuannya Bagi Warga yang Melintas

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved