Kuliner di Bengkalis

Sedapnya Ketupat Serundeng, Kuliner Khas Masyarakat Bengkalis Saat Lebaran

Di Bengkalis sajian ketupatnya dipadukan dengan serundeng. Serundeng yang disajikan bersama ketupat dibuat dari kelapa setengah tua

Editor: Theo Rizky
Istimewa
Masyarakat Bengkalis makan ketupat serundeng saat kegiatan rombongan selama lebaran di Bengkalis beberapa waktu lalu 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, BENGKALIS - Ketupat merupakan makanan khas saat perayaan lebaran bagi sebagian besar masyarakat Indonesia .

Setiap daerah memiliki cara sendiri dalam menyajikan ketupat tersebut.

Pada umumnya ketupat disajikan bersama kuah gulai lontong, sate bahkan opor ayam.

Serta dinikmati pada hari pertama lebaran Idul Fitri bersama keluarga.

Namun masyarakat Kabupaten Bengkalis punya cara sendiri menikmati ketupat disaat lebaran.

Seperti disampaikan Rahmi , warga Desa Kelapapati Darat Kecamatan, masyarakat Bengkalis juga menjadikan ketupat sebagai menu wajib saat lebaran untuk dinikmati bersama.

Hanya saja, kalau di Bengkalis sajian ketupatnya dipadukan dengan serundeng. Serundeng yang disajikan bersama ketupat dibuat dari kelapa setengah tua dengan cara pembuatan yang cukup sederhana ala melayu. 

BACA JUGA :

Bersinergi dengan BBKSDA Riau, Pemkab Bengkalis Berencana Hidupkan Lagi Kebun Binatang Selat Baru

Festival Lampu Colok Bengkalis Kembali Diadakan pada Ramadan Tahun Ini

"Untuk membuat serundeng ini cukup sediakan kepala setengah tua yang sudah diparut, kemudian bawang merah yang sudah dirajang rajang, serta udang kering dan merica," terang Rahmi.

Bahan-bahan ini kemudian dimasak di wajan tanpa mengunakan minyak, istilah orang Bengkalis digonseng.

Kelapa dan bumbu bumbu tadi diaduk dan diratakan dalam api kompor yang tidak begitu besar.

"Digonseng sampai kondisi kelapa dan bumbunya kering tidak basah lagi. Sekitar satu jam proses memasaknya dengan api kecil," tambahnya.

Sementara untuk ketupat yang disajikan sama dengan ketupat pada umumnya. Beras untuk dijadikan ketupat ini dimasukkan dalam daun kelapa yang sudah dibuat berbentuk ketupat.

"Takarannya sekitar seperempat dari ketupat yang dibuat. Kemudian panaskan air hingga mendidih, baru dimasukkan ketupatnya dan direbus selama empat jam," kata Rahmi.

BACA JUGA :

Cerita Masjid Sabilillah, Saksi Bisu Perjuangan Rakyat Bengkalis Saat Agresi Militer Belanda II

Rintis Usaha Kuliner Berbahan Biji Getah, Wanita di Bengkalis ini Hasilkan Omset Jutaan Rupiah

Ketupat ini nantinya akan dimakan bersama gulai ayam merah persis seperti gulai kalio. Kemudian baru ditambahkan taburan serundeng kelapa. 

"Biasanya ketupat ini akan dijumpai disetiap rumah masyarakat Bengkalis yang merayakan lebaran di hari pertama. Apalagi di Bengkalis ini ada tradisi rombongan saat hari pertama lebaran" terangnya lagi.

Tradisi rombongan yakni tradisi berkunjung dari rumah ke rumah secara beramai-ramai.

Biasanya dilakukan setelah salat Ied , jemaah masjid langsung berkunjung bersama-sama dari rumah ke rumah jamaah, dan tuan rumah mengajak para tamu untuk mencicipi sedapnya ketupat serundeng .

Masyarakat Bengkalis makan ketupat serundeng saat kegiatan rombongan selama lebaran di Bengkalis beberapa waktu lalu
Masyarakat Bengkalis makan ketupat serundeng saat kegiatan rombongan selama lebaran di Bengkalis beberapa waktu lalu (Istimewa)

"Biasanya juga dilakukan juga antar keluarga maupun teman dalam tradisi rombongan ini. Saat kunjungan inilah tuan rumah biasanya menyajikan ketupat serundeng sebagai makanannya," kata Rahmi

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved