Kuliner di Inhu

Kue Malako Kuah, Makanan Khas Masyarakat Melayu Rokan Sejak Zaman Raja-raja Terdahulu

Kue Malako Kuah, kue berbahan dasar beras pulut (ketan) hitam itu merupakan makanan khas Masyarakat Melayu Rokan

Editor: Theo Rizky
Istimewa
Kue Malako Kuah, Kue berbahan dasar beras pulut (ketan) hitam itu merupakan makanan khas Masyarakat Melayu Rokan 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, ROHUL -  Bagi masyarakat Rokan Hulu , terutama yang berdomisili di kawasan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu tentunya tidak asing dengan kuliner yang bernama Kue Malako Kuah .

Kue berbahan dasar beras pulut (ketan) hitam itu merupakan makanan khas Masyarakat Melayu Rokan ini sering dijumpai ketika bulan Ramadan , hari raya maupun aktifitas adat serta kebudayaan di Negeri Seribu Suluk tersebut. 

Seorang pembuat Kue Melako Kuah bernama Syaiful Rahman mengatakan bahwa sajian yang didominasi rasa manis dan gurih ini terhitung langka untuk dijumpai di pasar-pasar pada hari biasa. 

"Sebenarnya kue ini sangat merakyat. Namun, karena pembuatannya yang terbilang sulit, maka sudah sangat jarang yang mau membuatnya untuk sajian reguler," kata Syaiful. 

Syaiful menjelaskan cara membuat Kue Melako Kuah dengan sederhana. Pertama kali yang harus dilakukan untuk membuat kue tersebut, beras pulut hitam harus direndam sedikitnya selama 1,5 jam. 

"Setelah direndam, beras pulut hitam itu lalu ditumbuk pakai lesung dan diayak sampai halus sekali," bebernya. 

BACA JUGA :

Amparan Tatak, Kuliner Khas Banjar Tembilahan yang Lembut Manis, Sangat Digemari Untuk Buka Puasa

Sempolet, Makanan Khas Kepulauan Meranti, Sedap Dinikmati Selagi Hangat

Setelah proses tersebut, beras pulut hitam yang sudah diayak kemudian diaduk pakai air sehingga menjadi adonan yang siap untuk dicetak bulat-bulat

Selanjutnya, adonan Kue Melako Kuah yang sudah dibulat-bulatkan langsung dibuat lubang di bagian tengah untuk kemudian diisi dengan gula aren dan parutan kelapa. 

"Setelah tahapan tersebut, adonan kemudian dibulatkan kembali dan dikukus di dalam sebuah dandang dengan diberikan kuah yang terbuat dari santan dan gula pasir," jelasnya kemudian. 

Ia mendapatkan keahlian membuat Kue Melako Kuah dari orangtuanya yang mengajarinya sejak masih kecil. 

BACA JUGA :

Sedapnya Ketupat Serundeng, Kuliner Khas Masyarakat Bengkalis Saat Lebaran

Enaknya Kuliner Berbahan Tepung Biji Getah Buatan Dewi, Dari Brownies Hingga Cemilan Kering Tersedia

"Kecil-kecil dulu, kami suka ikut bantu orangtua juga membuat Kue Melako Kuah. Lama-lama pun belajar dan buat sendiri juga," terang Syaiful. 

Setelah proses itu semua, Kue Melako Kuah yang terkenal sejak zaman raja-raja Melayu Rokan itu pun siap untuk disajikan. 

Seorang penikmat Kue Melako Kuah, bernama Gustia mengatakan, dirinya sering mencari Kue Melako Kuah pada saat momen hari raya.

"Biasanya, jika ketemu pedagang Kue Melako Kuah , harganya biasa dijual di antara Rp. 10-15 ribu per bungkus," jelasnya. 

Menurut dia, menikmati kudapan tersebut adalah bagian dari melestarikan kearifan lokal di sana. 

"Kalau kita yang muda-muda masih mau makan kue-kue khas kampung kita, secara tidak langsung kita masih menjadi konsumen bagi para pedagang kue-kue tradisi itu sendiri," urainya. 

"Dengan demikian, kue itu sendiri bisa tetap eksis di masyarakat karena masih ada yang menikmatinya," katanya.

Mengobati Kerinduan Kuliner Khas Melayu Riau di Sultan Resto Pekanbaru

Enaknya Kue Palito Daun, Makanan Khas Kampar yang Pernah Mendapat Rekor Muri

Enaknya Kuliner Berbahan Tepung Biji Getah Buatan Dewi, Dari Brownies Hingga Cemilan Kering Tersedia

Sedapnya Kuliner Khas Jepang Tako Suki di Living World Pekanbaru, Kuah Kaldunya Spesial

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved