Dampak Virus Corona di Riau

Tempat Wisata di Riau yang Berada di Zona Merah dan Oranye Ditutup Selama Libur Lebaran

Dispar Riau meminta agar masyarakat bisa menahan diri untuk tidak datang ke tempat-tempat yang berisiko tinggi

Penulis: Theo Rizky
Editor: Theo Rizky
Istimewa/Dispar Riau
Tim dari Dinas Pariwisata Riau mencuci tangan di wastafel portable saat meninjau salah satu destinasi wisata di Kota Pekanbaru 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, PEKANBARU - Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau Roni Rakhmat menyampaikan bahwa objek wisata di zona merah dan oranye di Riau wajib ditutup selama masa libur lebaran.

Hal tersebut menindaklanjuti intruksi Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) melalui surat telegram Nomor STR/336/IV/PAM.3.2./2021.

Roni mengatakan, Dispar Provinsi Riau telah menginformasikan kepada Kepala Dinas Pariwisata kabupaten/kota di Riau, melalui surat nomor 556/DPAR-DP-SU/0360, perihal Antisipasi Penyebaran Covid-19 di Destinasi Wisata.

"Dalam rangka memutus mata rantai penularan Covid-19 kami telah menyurati Dinas Pariwisata kabupaten/kota di Provinsi Riau, agar segera ditindaklanjuti kepada pengelola destinasi wisata untuk menutup destinasi wisata yang berada di zona merah dan zona oranye selama masa libur lebaran," kata Roni Rakhmat secara tertulis kepada Tribunpekanbarutravel.com , Kamis (6/5/2021).

BACA JUGA :

Pos Penyekatan Aktif, Begini Nasib Para Pegawai Pelalawan yang Tinggal di Pekanbaru

Gubri Syamsuar Minta Semua OPD Kandangkan Seluruh Mobil Dinasnya, Jangan Sampai Dibawa Mudik

Lebih lanjut dijelaskannya, pada destinasi wisata yang berada di zona kuning dan zona hijau dapat membuka tempat wisatanya dengan pembatasan hanya 50 persen dari kapasitas pengunjung dan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

1. Membuat pemberitahuan larangan bagi pekerja dan pengunjung yang memiliki gejala demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokkan atau sesak nafas agar tidak masuk ke destinasi wisata.

2. Mengatur kembali jam operasional, memperbanyak media informasi protokol kesehatan Covid-19 (wajib 5 M, mengukur suhu tubuh, wajib memakai masker, jaga jarak minimal 1 meter dengan memberi tanda di lantai dan mencuci tangan), mengoptimalkan ruang terbuka untuk mencegah terjadinya kerumunan dan pengaturan alur pengunjung diseluruh lokasi destinasi wisata.

3. Menerapkan protokol kesehatan kepada pengunjung dan karyawan/pekerja. Berpartisipasi aktif mengingatkan pengunjung untuk menggunakan masker dan menjaga jarak serta melakukan pengawasan kepada pengunjung dan karyawan selama jam operasional.

4. Menyediakan Pos Kesehatan yang dilengkapi dengan tenaga kesehatan dan sarana pendukung.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved