Destinasi Wisata di Meranti

Lampu Colok, Warisan Budaya dan Kearifan Lokal Masyarakat Melayu di Kepulauan Meranti

Festival Lampu Colok telah menjadi tradisi tiap tahun masyarakat di Kabupaten Kepulauan Meranti dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri.

Editor: Theo Rizky
Istimewa
Lampu Colok Masyarakat Pemuda Babussalam yang berdiri di lapangan jalan Kahlifa Umar. 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, MERANTIFestival Lampu Colok telah menjadi tradisi tiap tahun masyarakat di Kabupaten Kepulauan Meranti dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri.

Tradisi lampu colok saat ini menjadi momen yang semakin berharga bagi masyarakat di Kabupaten termuda di Riau tersebut karena masih bisa dilaksanakan pada masa pandemi Covid-19 .

Seperti lampu colok masyarakat pemuda Babussalam, yang telah resmi berdiri di lapangan Jalan Kahlifa Umar .

Lampu colok ini berdiri dengan ukuran Lebar 20 Meter x Tinggi 15 meter mengunakan kaleng kisaran 7 ribu kaleng lampu colok baik dijalan sampai dengan di gegabah. 

Pembangunan lampu colok ini dilakukan dengan gotong royong dan kerjasama dari seluruh panitia dan masyarakat sekitar.

Hengki Saputra pantia lampu colok masyarakat pemuda Babussalam menyampaikan bahwa ini mungkin adalah salah satu lampu colok terbesar yang pernah mereka bangun.

BACA JUGA :

Perlombaan Lampu Colok di Kepulauan Meranti Digelar, Protokol Kesehatan Jadi Bagian yang Dinilai

Tak Lekang Oleh Waktu, Bolu Kemojo Masih Menjadi Favorit Masyarakat Dumai di Bulan Ramadan

Dalam pembangunannya, Hengki mengatakan memakan waktu sekitar dua bulan mulai dari awal hingga siap untuk tampil.

"Dalam pengerjaannya kita juga harus melibatkan seluruh paniti yang berjumlah 50 orang dan bantuan masyarakat yang secara gotong royong dan bergantian," ujarnya.

Tidak tanggung-tanggung biaya yang mereka habiskan dalam membangun menara tersebut dijelaskan Hengki berkisar Rp 22 juta.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved