Dampak Virus Corona di Riau

Mal di Pekanbaru Ditutup Mulai H-1 Lebaran, Kerugian Diperkirakan Capai Rp 1 Miliar

Keputusan ditutupnya pusat perbelanjaan H-1 dan H+1 Lebaran Idul Fitri 1442 H oleh Pemko Pekanbaru didukung oleh pihak pusat perbelanjaan

Editor: Theo Rizky
Istimewa
Suasana Mal SKA Pekanbaru beberapa waktu lalu 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, PEKANBARU - Keputusan ditutupnya pusat perbelanjaan H-1 dan H+1 Lebaran Idul Fitri 1442 H oleh Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru didukung oleh pihak pusat perbelanjaan di Kota Pekanbaru

General Manager (GM) Mal SKA Pekanbaru Agus Salim mengatakan, untuk memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 pihaknya mendukung SE Walikota Pekanbaru terkait penutupan pusat perbelanjaan tersebut .

"Rencananya mulai tanggal 12-14 Mei kami akan beroperasi sesuai petunjuk," ujar Agus Salim, Senin (10/5/2021).

Apalagi tambah Agus, tahun lalu sudah pernah dicoba pihaknya buka terbatas. "Tenant yang buka itu adalah usaha kebutuhan pokok, usaha kesehatan dan cafe/resto layanan take away," ucap Agus.

Penutupan tiga hari Mal itu jelas Agus, memang sangat merugikan pihak mal dan sejumlah tenant yang ada di mal. "Kita perkirakan kerugian itu sekitar Rp 1 miliar, tapi hal itu bisa kita kesampingkan kalau untuk kebaikan," ungkap Agus.

Sementara itu Corporate Secretary PT Bima Sakti Pertiwi Tbk Mal Pekanbaru Riza Budi mengatakan, sebagai pelaku usaha tentu akan mendukung setiap keputusan pemerintah.

BACA JUGA :

Sudah Ratusan Kendaraan di Pos Penyekatan Mudik Kuansing Diminta Putar Balik

Kunjungan ke Pusat Perbelanjaan di Pekanbaru Capai 20 Ribu Orang Lebih Sehari

"Jadi kami akan mematihi SE Walikota Pekanbaru itu," ujar Riza Budi.

Memang terkait penutupan itu tentunya secara ekonomi ini pukulan yang cukup berat bagi pedagang-pedagang yang ada dipusat perbelanjaan, karena biasanya di minggu terakhir sebelum lebaran ini tingkat kunjungan cukup tinggi

"Tapi tentu kita lebih mengedepan kepentingan yang lebih besar untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini, dan kita akan  patuh terhadap keputusan pemerintah tersebut," ucap Riza. 

Sementara itu, pemilik Mayesa Butik lantai 1 Mal Pekanbaru Ema mengaku dengan adanya pembatasan yang diberlakukan selama puasa ini pihaknya sangat merugi, karena kunjungan masyarakat ke mal jauh berkurang. "Kerugian kami mencapai 90 persen," ujarnya.

Ditambah lagi H-1 toko pakaian tambah Ema tidak boleh buka dan ini tentunya kerugian semakin besar.

"Sebab H-1 itu biasanya kunjungan semakin banyak. Tapi mulai H-1 sampai H+1 Mal wajib tutup, ya mau bagaimana lagi, untuk kebaikan kami tetap mendukung,"  ucapnya.

Aprindo Tolak Penutupan Ritel di Pekanbaru Jelang Lebaran

Tenaga Kesehatan Senang Bisa Manfaatkan Promo Menginap Rp 10 Ribu di Hotel Dafam

Tidak Ada Takbir Keliling Jelang Lebaran Tahun Ini di Kota Pekanbaru

Sempat Ditiadakan, Kini Festival Lampu Colok Digelar Lagi, Ini Sejarah Tradisi Lampu Colok Bengkalis

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved