Kuliner di Pekanbaru

Burger Bunglon Sajikan Roti Warna-warni, Tanpa Bahan Pengawet dan 90 Persen Murni Daging Giling

Aneka warna rotinya menjadi keunikan tersendiri pada burger ini, karena itu kuliner tersebut dinamakan Burger Bunglon.

Editor: Theo Rizky
Istimewa
Patty dengan lapis keju di Burger Bunglon 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, PEKANBARU - Burger merupakan salah satu makanan dari Amerika dan Jerman yang populer di Indonesia, termasuk di Pekanbaru .

Makanan ini bisa ditemukan di banyak tempat.

Namun dari banyaknya penjual burger yang bisa ditemui, burger yang satu ini berbeda.

Aneka warna rotinya menjadi keunikan tersendiri pada burger ini

Tempat kuliner di Pekanbaru tersebut ada di teras sebuah toko ritel di Jalan Jenderal, Sukajadi, Pekanbaru

Namanya adalah Bunglon Burger . Pandy, pemilik gerai burger ini, dan adiknya, Willy menjelaskan asal kata bunglon untuk nama burgernya.

Seperti diketahui, bunglon merupakan hewan yang dapat berubah warna mengikuti warna tempatnya berada. Burger Bunglon juga memiliki roti aneka warna.

BACA JUGA :

Hadirkan Menu Komplit, Sultan Resto Pekanbaru Kembali Buka

Enaknya Kuliner Berbahan Tepung Biji Getah Buatan Dewi, Dari Brownies Hingga Cemilan Kering Tersedia

Pandy menjelaskan, sekarang roti burger bermacam warna banyak dijumpai. Tetapi masih monokrom. Seperti kuning, hitam (black burger), merah, hijau dan lain-lain.

Berbeda dengan roti burger milik Pandy. Pada satu buah roti terdiri dari beberapa warna. Tak hanya tampak di permukaannya. Perbedaan warna juga tampak di dalamnya jika roti dibelah.

Roti dibuat khusus oleh salah satu produsen di Pekanbaru yang bekerja sama dengan Pandy. Ia memodifikasi warna roti burger dari yang telah ada.

"Roti burger yang biasa warnanya monoton aja. Kami buat yang berwarna warni," kata Pandy beberapa waktu lalu.

Satu roti terdapat tiga sampai empat kombinasi warna.

Lalu, roti yang terdiri dari beberapa warna belum disebut bunglon. Menurut Pandy, bunglon diartikan dengan kombinasi warna yang berubah-ubah setiap pekan.

"Warna variasi. Seperti minggu lalu, (kombinasi) hitam, merah, hijau. Sekarang, merah, hijau, oranye. Ada juga kombinasi cokelat," jelas pria 30 tahun ini. Ia mengatakan, metode yang dibuatnya sulit dijiplak.

Roti hitam merah cokelat dengan patty double di Burger Bunglon
Roti hitam merah cokelat dengan patty double di Burger Bunglon (Istimewa)

Tak sekedar kombinasi warna. Pandy mengatakan, roti juga dibuat dari bahan berkualitas. Salah satunya, bahan pemberi warna. Roti menggunakan pewarna alami. Yakni, dari sari buah murni.

Dibuktikan dengan warna roti yang tidak kontras. Perubahan warna roti setelah jadi jauh berbeda. Ia mencontohkan, pewarna merah membuat roti jadi merah muda. Kecuali hitam yang dibuat dari charcoal.

Teksturnya juga lebih padat. Roti mengandung hanya sedikit pengembang. Roti juga tidak mengandung pengawet. Sehingga roti hanya tahan dua hari.

BACA JUGA :

Amparan Tatak, Kuliner Khas Banjar Tembilahan yang Lembut Manis, Sangat Digemari Untuk Buka Puasa

Street Food Bundaran Keris, Pusat Kuliner Seru di Kota Pekanbaru

"Roti paling lama dua hari harus habis. Lewat dua hari, ganti yang baru," kata Pandy. Menurut dia, roti yang dihasilkan dan diberikan kepada pelanggan memang seperti roti burger sebagaimana mestinya.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved