Kisah Sedih Dibalik Air Mato Bejando, Minuman Khas Pelalawan yang Raih Juara III dalam API 2020

Air mato bejando, minuman khas Kabupaten Pelalawan ini banyak dijumpai setiap acara pesta, menjamu tamu, hingga setiap bulan Ramadan

Editor: Theo Rizky
Istimewa
Air mato bejando, minuman khas Kabupaten Pelalawan 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, PELALAWAN - Air mato bejando, minuman khas Kabupaten Pelalawan ini banyak dijumpai setiap acara pesta, menjamu tamu, hingga setiap bulan Ramadan sebagai minuman berbuka puasa.

Meski tidak terlalu terkenal di luar Kabupaten Pelalawan, namun minuman air mato bejando ini ternyata mengharumkan nama kabupaten tersebut sampai ke tingkat nasional.

Seorang tokoh masyarakat di Kecamatan Kuala Kampar, Tengku Kaharuddin menggambarkan bagaimana sederhananya minuman tersebut

Sebuah kelapa yang masih muda dibuka kulitnya dan diambil air maupun isinya, dituangkan ke dalam gelas. Kemudian air kelapa muda itu dicampur dengan selasih, madu, serta jeruk hingga siap dihidangkan untuk diminum.

"Seperi itulah cara sederhana membuat minuman air mato bejando. Ini minuman khas dari Pelalawan, tepatnya dari Kecamatan Kuala Kampar," Tengku Kaharuddin, Kamis (27/04/2021).

Pria berusia 52 tahun ini menuturkan, minuman air mato bejando telah dikenal sejak zaman nenek moyang dulu di Kecamatan Kuala Kampar atau kerap di sebut Pulau Penyalai.

Rasanya yang manis, asam, dan sedikit pahit sangat segar diminum ketika haus.

BACA JUGA :

Mengenal Bolu Berendam dan Air Mata Pengantin, Sajian Mewah Khas Inhu yang Baru Dipatenkan

Kuliner Khas Inhu Bolu Berendam dan Air Mata Pengantin Resmi Dipatenkan

Generasi saat ini tidak banyak lagi yang mengenal minuman yang populer di daerah pesisir Pelalawan tersebut.

Alhasil saat ini terus diperkenalkan kepada masyarakat termasuk di luar Pelalawan, agar kearifan lokal itu terjaga terus.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved