Dampak Virus Corona di Riau

Bupati Meranti Perintahkan Pegawainya Nongrong di Kedai Kopi, Ini Kata Satgas Covid-19 Riau

Arahan tersebut menurut Bupati adil dilakukan karena kondisi yang dihadapi para pengusaha kedai kopi yang mengalami penurunan omzet

Editor: Theo Rizky
Istimewa
Bupati Kepulauan Meranti H. Muhammad Adil bersama beberapa pegawai saat berada di salah satu Kedai Kopi di Jalan Imam Bonjol, Selatpanjang Rabu (2/6/2021) pagi. 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, PEKANBARU - Kebijakan Bupati Kepulauan Meranti, HM Adil yang meminta kepada seluruh ASN dan honorer di jajaran Pemkab Meranti agar mengunjungi kedai kopi pada pukul 10.00 WIB sampai 11.00 WIB mendapat kritikan dari Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 di Riau .

Sebab kebijakan tersebut tidak sejalan dengan upaya pemerintah dalam menekan angka penyebaran Covid-19 . Mengarahkan pegawai nongkrong di kedai kopi dianggap membuka celah dalam penyebaran Covid-19

Jubir Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Riau, dr Indra Yovi, Kamis (3/6/2021) menyampaikan bahwa di tengah tingginya angka penyebaran Covid-19 , kebijakan tersebut dinilai kurang tepat. 

"Ini harus diwaspadai, di Meranti itu ada 30 kasus, ada berita dari masyarakat bupati mengeluarkan edaran kedai kopi. Tapi teknisnya saya tidak tahu, dan belum bisa menerangkan, yang jelas harapan kondisi saat ini yang harusnya diwaspadai,” katanya.

Pihaknya mengaku tidak pernah melarang pelaku usaha untuk membuka usahanya. Sebab hingga saat ini pemerintah Indonesia tidak memperlakukan sistem lockdown seperti yang pernah diterapkan di sejumlah negara. 

“Kita tidak pernah menyuruh tutup kedai kopi, tetap berjalan karena tidak ada lockdown, yang ada berskala mikro ada aturan yang ketat. Warung kopi tidak boleh lebih 50 persen, kalau ngobrol tetap memakai masker, dan ini harus dipatuhi pengusaha kedai warung,” katanya.

BACA JUGA :

Daftar Haji Sekarang, 23 Tahun Lagi Baru Bisa Berangkat ke Tanah Suci

Permintaan Vaksinasi Covid-19 Meningkat, Bus Vaksinasi Keliling di Pekanbaru Akan Ditambah

Seperti diketahui, Bupati Kepulauan Meranti, HM Adil mengambil sebuah kebijakan untuk mengarahkan seluruh pegawai di lingkungan pemerintah daerah untuk datang ke kedai Kopi pada jam 10.00 WIB sampai jam 11.00 WIB.

Arahan tersebut menurut Bupati adil dilakukan karena kondisi yang dihadapi para pengusaha kecil di Meranti, khususnya pengusaha Kedai Kopi yang mengalami penurunan omset sejak Pandemi Covid-19 .

"Saya minta seluruh ASN dan Honorer mulai pukul 10.00 sampai 11.00 Wib untuk meramaikan Kedai Kopi," ujar Bupati H.M Adil, saat Rakor bersama Kepala OPD di lingkungan Pemkab Meranti, di Aula Kantor Bupati, Rabu (2/6/2021).

Setelah Rakor, Bupati adil dan beberapa pegawai bahkan langsung mendatangi salah satu kedai kopi yang ada di Jalan Imam Bonjol, Selatpanjang untuk minum kopi di sana.

Saat diwawancara selepas ngopi Bupati H.M Adil menjelaskan upaya ini dilakukan setelah menerima banyak saran dan masukan dari para pengusaha Kedai Kopi yang mengalami penurunan omzet sejak dua Tahun terakhir atau sejak Pandemi Covid-19 melanda dunia yang berdampak kesemua sektor mulai kesehatan hingga ekonomi.

"Kita sudah survey, pengusaha Kedai kopi pada mengeluh tidak ada orang," ujarnya.

Jika kondisi itu terus berlangsung Bupati Adil, khawatir akan banyak pengusaha kedai kopi yang gulung tikar karena tidak mampu membayar sewa toko dan menggaji karyawan. Akibatnya akan meningkatkan angka pengangguran di Meranti karena ratusan karyawan kedai kopi akan kehilangan pekerjaan.

"Jadi kita mengambil inisiatif jam 10 sampai jam 11 cofee break. Ini saya juga sudah keluar jam 11.00 kurang 10. Ini kita lakukan supaya bagaimana pertumbuhan ekonomi kita khususnya warung kopi bisa bangkit lagi," ucapnya.

BACA JUGA :

Bupati Meranti Perintahkan Pegawai Untuk ke Kedai Kopi Jam 10.00 hingga 11.00 WIB

Satu Pengunjung Kafe di Pekanbaru Terindikasi Covid-19, Langsung Isolasi di Rusunawa Rejosari

Selain meminta kepada ASN dan Honorer untuk meramaikan kedai kopi, ia juga meminta kepada Satuan Penegak Perda dalam hal ini Satpol PP bersama Tim Yustisi yang tiap saat melakukan razia di kedai kopi baik Prokes maupun disiplin pegawai untuk melakukan penindakan secara persuasif.

Saat ditanyakan apa yang akan dilakukan kepada ASN dan honorer yang sengaja duduk di kedai kopi saat jam kantor, dikatakan Bupati tetap harus ditindak karena akan berdampak pada terganggunya proses pelayanan Publik.

"Sebelum jam 10 tidak boleh lewat jam 11 juga tidak boleh," ujarnya.

 "Saat jam kerja jika ada ASN dan Honorer yang nekat duduk dikedai kopi harus tetap ditindak," tambah Bupati. 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved