Pemerintah Diharapkan Bisa Lobi Saudi untuk Tambah Kuota Haji Tahun Depan

Sangat wajar jika Indonesia meminta tambahan kuota, terlebih Indonesia menyumbangkan devisa yang cukup besar bagi Arab Saudi terkait haji dan umrah

Penulis: Theo Rizky
Editor: Theo Rizky
tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky
Sejumlah calon jemaah haji dari Kecamatan Rumbai dan Rumbai Pesisir melakukan manasik haji di Lapangan Mesjid Dakwah, Kecamatan Rumbai Pesisir, Pekanbaru, Jumat (6/7/2018). Manasik haji merupakan suatu bentuk latihan yang dilakukan calon jemaah haji sebelum melakukan haji yang sebenarnya di tanah suci 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, PEKANBARU - Terkait pembatalan keberangkatan calon jemaah haji tahun 2021 ini, pihak pemerintah diharapkan dapat melakukan negosiasi penambahan kuota haji untuk tahun 2022 mendatang.

Hal ini disampaikan pengamat pariwisata Riau, Dede Firmansyah yang juga Wakil Ketua Bidang Kelembagaan dan Pemerintah DPP Association of Indonesia Tour and Travel Agency (Asita) .

Dikatakannya, keputusan pembatalan tersebut sangat disayangkan, apalagi Arab Saudi belum memberikan keputusan terkait pelaksanaan haji tahun ini.

"Keputusan tersebut sangat disayangkan. Padahal bisa dilakukan negosiasi. Karena itu, kita harapkan di tahun depan pemerintah harus negosiasi tambah kuota, biasanya 10 persen dari jumlah penduduk, kini negosiasi 20 persen. Mudah-mudahan Covid-19 tahun depan sudah mereda dan kita bisa laksanakan ibadah haji," kata Dede kepada Tribunpekanbarutravel.com , Kamis (10/6/2021).

BACA JUGA :

Pasca Antrean BTS Meal, Gerai McD Pekanbaru Diberi Sanksi Tutup Sementara dari Satgas Covid-19

PPnBM Nol Persen Berikan Dampak Positif, Ribuan Unit Mobil Toyota Berhasil Terjual di Riau

Dede menambahkan, sangat wajar jika Indonesia meminta tambahan kuota, terlebih Indonesia menyumbangkan devisa yang cukup besar bagi Arab Saudi terkait haji dan umrah. Ia mengatakan pada tahun 2017 Indonesia mengirimkan jamaah umrah sebanyak 750 ribu, dan 30 ribu, di antaranya dari Provinsi Riau.

"Masyarakat kita sangat antusias melaksanakan umrah, karena waiting list haji itu belasan hingga puluhan tahun. Kita banyak memberikan devisa ke Arab Saudi, banyak juga orang Indonesia tinggal di sana yang memudahkan Arab Saudi setiap musim haji," katanya lagi

Dede juga mengatakan, pembatalan haji tahun ini sangat berimbas pada antrean haji. Ia menuturkan, waiting list saat ini sudah lebih dari lima juta. Jika tidak bisa diberangkatkan dengan kuota penuh setidaknya tetap ada yang berangkat.

"Kalau yang pemerintah khawatirkan adalah kondisi jemaah calon haji (JCH) yang sudah tua, memiliki penyakit bawaan atau komorbid, pemerintah bisa memberangkat JCH yang sehat dengan memberikan batasan umur, dengan catatan benar-benar sehat dan dipastikan tidak membawa virus," tambahnya.

Ia juga berharap, agar JCH yang gagal berangkat tahun ini diharapkan dapat bersabar, karena niat yang baik telah dicatat oleh Allah SWT. Ia juga mengharapkan agar tidak saling menyalahkan siapapun akibat dari pandemi ini, karena semuanya telah ditentukan oleh Allah SWT.

Cerita Warga Riau Budidaya Madu Lebah Klanceng, Simpel dan Hasilnya Menggiurkan

Hari Lebah Sedunia 2021: Selamatkan Dunia Perlebahan Indonesia

UAS Dirikan Rumah Quran Gratis di Riau

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved