Masjid Nurul Iman, Masjid Paripurna yang Indah di Pinggir Sungai Siak Pekanbaru

Dari awal pendiriannya, oleh masyarakat Kelurahan Kampung Bukit diberi nama Masjid Nurul Iman, Dalam bahasa Indonesia bermakna Cahaya Keimanan

Penulis: Theo Rizky
Editor: Theo Rizky
Dok Tribun Pekanbaru
Masjid Nurul Iman di Jalan Meranti , Kelurahan Kampung Baru , Kecamatan Senapelan Kota Pekanbaru . 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, PEKANBARU - Sebuah masjid tua di bibir Sungai Siak Pekanbaru tidak pernah sepi dari aktivitas ibadah masyarakat sekitar. Warga setempat mengenalnya dengan masjid indah tepi Sungai Siak .

Dari awal pendiriannya, oleh masyarakat Kelurahan Kampung Bukit diberi nama Masjid Nurul Iman .

Dalam bahasa Indonesia nama ini bermakna Cahaya Keimanan.

Nama ini diberi dengan maksud agar masjid yang berdiri awalnya sebagai sebuah surau tersebut bisa menjadi cahaya penerang bagi masyarakat dalam menjalankan perintah agama.

Tempat ibadah ini berlokasi di Jalan Meranti , Kelurahan Kampung Baru , Kecamatan Senapelan Kota Pekanbaru .

Masjid yang saat ini telah naik tingkat menjadi Masjid Paripurna tersebut merupakan salah satu tempat ibadah yang sudah cukup tua.

BACA JUGA :

Indahnya Lampu Colok Miniatur Masjid Tiga Dimensi di Bengkalis

Berusia 86 Tahun, Masjid Hibbah Pelalawan Tak Pernah Kebanjiran Meski Permukiman Sekitar Terendam

Tokoh masyarakat setempat, H Agus Salim SH mengatakan bahwa rumah ibadah ini berdiri pada awal tahun 70 an .

Pendiriannya digagas oleh tiga tokoh kenamaan di daerah tersebut, yakni Buyung Sai, Imam Juki dan Imam Rasyid.

Gagasan dari ketiga tokoh ini lalu direalisasikan bersama masyarakat sekitar masjid.

"Pada awalnya rumah ibadah ini tidak seindah seperti sekarang yang telah berbalut berbagai ukiran kaligrafi Alquran berwarna. Mulanya masjid ini keseluruhan bangunannya terbuat dari kayu," kata Agus Salim.

Dilanjutkannya, dalam perjalanannya, masjid ini sempat terjadi kebakaran pada tahun 1994.

BACA JUGA :

Mengenal Masjid Agung An Nur Pekanbaru, Salah Satu Masjid Termegah di Riau

Ditargetkan Tuntas Tahun 2021 Ini, Pembangunan Islamic Centre di Tenayan Raya Baru Capai 35 Persen

Setelah tragedi tersebut, masyarakat Kampung Bukit kembali bahu-membahu mendonasikan hartanya untuk membangun masjid hingga seperti saat ini.

Agus menjelaskan masjid tersebut saat ini telah jauh berkembang dari awalnya yang hanya bisa menampung jamaah kurang dari 200 orang, saat ini telah mampu menampung jamaah hingga kapasitas 500 orang.

Rumah Allah ini tidak jarang jadi pusat kegiatan dan pusat rekreasi bagi masyarakat sekitar masjid maupun masyarakat dari daerah luar Kampung Bukit.

Dilingkungan masjid kerap juga diadakan perhelatan kebudayaan daerah masyarakat setempat seperti Pacu Sampan atau sekedar sebagai tempat silaturahmi sembari bersantai melihat pemandangan Sungai Siak.

BACA JUGA :

Cerita Masjid Sabilillah, Saksi Bisu Perjuangan Rakyat Bengkalis Saat Agresi Militer Belanda II

Berusia Ratusan Tahun, Mimbar Masjid Jamik Koto Pangean Kuansing Masih Digunakan Hingga Kini

Tiap harinya lingkungan masjid tersebut bisa dikatakan tidak pernah sepi dari masyarakat yang ingin melaksanakan ibadah maupun bersantai melihat pemandangan tepi sungai.

Selain itu dalam kawasan lingkungan masjid ini pula terdapat dermaga kecil yang menjadi tempat bersandar kapal-kapal kecil yang menambah keramaian disekitar lingkungan masjid.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved