Sempat Tidak Ada Penjualan, Kini Pasar Mobil Bekas Mulai Kembali Meningkat

PPnBM 0 persen persen berimbas pada penjualan mobil bekas, karena adanya PPnBM harga mobil bekas juga terkoreksi. 

Penulis: Theo Rizky
Editor: Theo Rizky
tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky
Sejumlah kendaraan melewati Jalan Raya Lintas Pekanbaru-Bangkinang beberapa waktu lalu. 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, PEKANBARU - Diskon pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) 100 persen terhadap pembelian mobil baru untuk memperbaiki perekonomian di industri otomotif dan penjualan mobil yang diberikan dari Maret hingga Mei 2021 lalu memberikan dampak positif bagi penjualan mobil baru.

Namun, di sisi lain, hal itu justru berimbas pada penurunan penjualan mobil di showroom-showroom mobil bekas di Kota Pekanbaru .

Salah seorang pengusaha otomotif dari Showroom S3Mart Auto Jalan Soekarno Hatta Pekanbaru, Peng Suyoto mengatakan, PPnBM 0 persen persen berimbas pada penjualan mobil bekas, karena adanya PPnBM harga mobil bekas juga terkoreksi. 

"PPnBM memang membantu penjualan mobil baru, tapi di sisi lain, penjualan mobil bekas juga terkena imbasnya," kata Peng Suyoto, Senin (5/7/2021) lalu.

Namun untuk saat ini dikatakan Peng Suyoto, penjualan mobil bekas mulai berangsur alami kenaikan, terlebih saat diskon PPnBM diturunkan untuk tiga bulan  berikutnya, yakni Juni hingga Agustus, yaitu sebesar 50 persen. 

Tingkat Penghunian Kamar Hotel Berbintang di Riau Turun dari Bulan Sebelumnya

Kapal Pesiar Rencananya Akan Singgahi Pulau Rupat, Gubri Pastikan Perairan Riau Aman dari Perompak

"Sedikit banyak, hal ini meningkatkan kembali penjualan mobil bekas, karena produksi mobil baru sempat turun maka penjualan mobil bekas juga naik. Karena pandemi pabrikan mengurangi produksi mobil baru," ujarnya.

Tapi, walaupun mengalami peningkatan saaat ini, penjualan mobil bekas masih jauh dibandingkan saat sebelum pandemi. Peng Suyoto berharap pemerintah gencar mendukung pemulihan ekonomi, dan mendukung pemulihan ekonomi sebesar-besarnya.

"Kami ingin pemerintah benar-benar membuka bagaimana agar roda perekonomian bisa berjalan. Karena sudah setahun lebih begini. Ini bisa membahayakan kaum pengusaha jika dibiarkan terus," katanya.

Dikatakan Peng, akibat pandemi Covid-19 yang berlangsung di Indonesia sejak Maret 2020, sektor penjualan mobil bekas juga turut berimbas, dan baru kloter kedua tahun ini mulai lebih baik, dibandingakan tahun lalu. 

BACA JUGA :

Dari Promo Kamar, Fitness Hingga Laundry, Grand Jatra Hotel Tawarkan Ragam Promo Asyik di Bulan Juli

Bandara SSK II Pekanbaru Siap Laksanakan Regulasi Atas Penerapan PPKM Darurat Jawa dan Bali

"Tahun lalu penjualan sangat rendah akibat pandemi, bahkan penjualan nol. Kalau tahun lalu parah-parahnya di kloter kedua, orang-orang baru membeli mobil di akhir tahun. Situasi tahun lalu memang sangat berat sekali," ujarnya. 

Ia menambahkan, pandemi Covid-19 menyebabkan banyak showroom-showroom mobil bekas yang gulung tikar jika keuangan tidak kuat. 

Untuk showroom rata-rata secara aset nilai mobil turun 20 persen. Namun, karena pandemi, keuntungan yang didapatkan tidak lagi seperti dulu. Mendapatkan 5 persen per mobil, saat ini sudah cukup bagus. 

"Saat aset yang dipegang tiba-tiba turun, otomatis ada kerugian 10 sampai 15 persen untuk setiap mobil yang dipegang," tuturnya.

Pengelola Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru yang Langgar Prokes Terancam Sanksi Pidana

Melihat Kampung Patin di Desa Koto Mesjid Kampar, Tiap Rumah Ada Kolam Ikan

Masyarakat Antusias Kunjungi Pekan Raya Fair and Expo 2021 di Mal Pekanbaru

Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved