Semah Kampung, Tradisi Tolak Bala Warga Dumai yang Masih Lestari Hingga Kini

Tradisi yang masih tetap terjaga dan masih lestari di antaranya adalah tradisi Semah Kampung yang sering dilaksanakan di Kota Dumai

Editor: Theo Rizky
Istimewa
Warga di Kelurahaan Batu Tritip, Kota Dumai melaksanakan tradisi Semah Kampung belum lama ini. 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, DUMAI - Tradisi merupakan warisan yang harus dijaga agar selalu lestari. Kini tak jarang tradisi-tradisi yang telah diwariskan oleh nenek moyang terdahulu‎ di zaman modren ini mulai hilang, untuk itulah, tradisi hurus tetap terjaga sebagai warisan yang bisa dinikmati dan diteruskan oleh generasi muda. 

Siapa sangka, Kota Dumai , memiliki tradisi yang masih terjaga di zaman serba teknologi ini, bahkan tradisi ini masih tetap lestari dan dilaksanakan oleh masyarakat Dumai , tepatnya di Kelurahaan Batu Tritip atau daerah Senepis dan Geniot. 

Tradisi yang masih tetap terjaga dan masih lestari tersebut adalah tradisi "Semah Kampung" yang sering dilaksanakan oleh masyarakat ‎Kelurahaan Batu Tritip atau daerah Senepis dan Kelurahan  Geniot. 

Semah Kampung sendiri berartikan pembersihan kampung dari hal-hal buruk atau simbol menyucikan diri warga desa dari dosa-dosa yang diperbuat warganya dengan memanjatkan doa kepada  Allah SWT, serta melakukan salat sunat hajat serta memanjatkan doa tolak bala. 

Bahkan, Walikota Dumai, Paisal bersama rombongan pernah  menghadiri kegiatan Semah Kampung yang dilaksanakan di Jalan PU Lintas Dumai-Sinaboi, Kelurahan Geniot, dan Kelurahaan Batu Tritip di Kecamatan Sungai Sembilan, Rabu (7/7/2021) lalu.

Tokoh Masyarakat Kelurahaan Batu Trititip atau Senepis, Khalifah Hasan Basri‎ mengatakan bahwa tradisi bersemah sendiri merupakan acara bersih-bersih kampung atau simbol menyucikan diri warga desa dari dosa-dosa yang diperbuat warganya.

BACA JUGA :

Majid Baiturrahman Syech Umar, Masjid Bersejarah di Dumai, Dibangun 5 Tahun Setelah Kemerdekaan RI

Tak Lekang Oleh Waktu, Bolu Kemojo Masih Menjadi Favorit Masyarakat Dumai di Bulan Ramadan

Ia menambahkan, prosesi-prosesi yang dilaksanakan dalam tradisi bersemah kampung  sebagai wujud harapan dan doa kepada Allah SWT agar masyarakat Kota Dumai terkhusus Kelurahan Batu Teritib dan Kelurahan Geniot di jauhkan dari bala dan musibah.

Prosesi Semah Kampung ini diawali dengan salat sunah tolak bala, lalu dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban kambing sebanyak tiga ekor yang nantinya akan dinikmati oleh masyarakat, dilanjutkan dengan zikir bersama yang biasa disebut masyarakat ratib saman.

‎Hasan Basri menjelaskan, tradisi  Semah Kampung ini, sudah lama dilakukan warga Senipis Kelurahaan Batu Tritip, dan biasanya dilaksanakan di hari-hari besar Islam, serta saat warga menempati rumah baru, musim tanam, hingga adanya musibah yang terjadi di Kota Dumai

"Tradisi Semah kampung ini pada initinya warga lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memohon perlindungan dari segala macam musibah serta memohon ‎ditunkannya rahmat kepada masyarakat," katanya, Jumat (9/7/2021) .

Tradisi Semah Kampung ini masih terus dilaksanakan oleh warga, bahkan karena adanya musibah di Batu Tritip yang mana sebelumnya ada kejadian Harimau memangsa warga, membuat warga melaksanakan acara Semah Kampung ini. 

"Dalam acara ini Semah kampung juga dihadiri oleh generasi muda, karena bala atau musibah itu datang akibat ulah atau dosa yang dilakukan warga, sehingga perlu adanya acara Semah Kampung , dengan cara mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui doa serta Zikir kepada Allah. SWt," terangnya. 

Warga di Kelurahaan Batu Tritip, Kota Dumai melaksanakan tradisi Semah Kampung belum lama ini.
Warga di Kelurahaan Batu Tritip, Kota Dumai melaksanakan tradisi Semah Kampung belum lama ini. (Istimewa)

Dirinya berharap tradisi Semah Kampung ini tetap lestari hingga ke anak cucu, sehingga jika ada musibah masyarakat bisa introspeksi diri bahwa ada kesalahan yang dilakukan oleh warga. 

Hasan Basri melanjutkan,  tradisi Semah Kampung ini mendapat dukungan dari Walikota Dumai, bahkan saat acara Semah kampung yang dilaksanakan beberapa hari yang lalu, Walikota memimpin doa.  

BACA JUGA :

Cocok di Lidah, Nasi Goreng Gopins Dumai Laris Manis, Lepas Magrib Pembeli Sudah Mengantre

Cocok Dijadikan Oleh-oleh, Songket di Rumah Tenun Wan Atiqa Dumai Eksis Pertahankan Budaya Melayu

Dikatakannya, tradisi Semah Kampung yang dilaksanakan ini merupakan tradisi yang positif dalam rangka memohon ampun atas dosa-dosa yang telah dilakukan. 

Jika dalam suatu kampung itu banyak dosa dan maksiat, tentunya musibah dan bala akan datang, namun sebaliknya ‎jika kebaikan maka rahmat yang diberikan oleh Allah SWT. 

Untuk itu, dirinya berdoa melalui kegiatan Semah Kapung dan salat tolak bala agar Kelurahaan Batu Tritip dan Geniot bisa dijauhkan dari segala musibah, dan diturunkan segala rahmat dikampung tersebut.

"Kita mendoakan agar kelurahaan yang berada di ujung ini selalu di berikan rahmat dan dijauhi segala mara bahaya, sehingga masyarakat bisa menjadi tenang dalam beraktifitas," ucapnya.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved