Berawal dari Hobi, Ini Cerita Bayu Fernando Dirikan Destinasi Wisata Rumah Edukasi Jamur Nando

Adalah Bayu Fernando, pemuda 26 tahun ini sudah mendirikan Wisata Edukasi Rumah Jamur Nando di Tenayan Raya Pekanbaru beberapa tahun silam

Editor: Theo Rizky
tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky
Para murid SDIT Bintang Cendikia Pekanbaru berkunjung di Rumah Jamur Nando , Jalan Singkong Gang Singkong, Kelurahan Kuala Sialang Sakti, Kecamatan Sail, Kota Pekanbaru, Jumat (18/1/2019). Tempat untuk membudidayakan jamur tiram , kawasan seluas 700 meter persegi itu juga dilengkapi dengan beberapa gazebo, ayunan serta berbagai permainan unik berbahan kayu. 

"Limbahnya media tanam jamur juga bisa dipergunakan untuk membuat kompos, sehingga semuanya bermanfaat,"ujarnya.

Memang diakui Fernando, pada saat pandemi Covid-19 saat ini terjadi penurunan yang cukup drastis karena tidak mungkin membuat kerumunan pada saat ini.

"Kita selalu mengambil hikmah dari kondisi yang ada saat ini. Mungkin pada saat pandemi ini saatnya kita maintenance tempat wisata kita agar lebih baik. Kemudian membuat inovasi dimana kita juga sempat buat open wisata virtual,"jelasnya.

BACA JUGA :

Asyiknya Ngopi di Cafe Redam Piloe Bandar Bakau Dumai, Pilu dan Penat Sirna Seketika

Dibuka Tahun 2019 Lalu, Begini Kondisi Ekowisata Mangrove Sungai Bersejarah Siak di Masa Pandemi

Para murid SDIT Bintang Cendikia Pekanbaru berkunjung di Rumah Jamur Nando , Jalan Singkong Gang Singkong, Kelurahan Kuala Sialang Sakti, Kecamatan Sail, Kota Pekanbaru, Jumat (18/1/2019). Tempat untuk membudidayakan jamur tiram , kawasan seluas 700 meter persegi itu juga dilengkapi dengan beberapa gazebo, ayunan serta berbagai permainan unik berbahan kayu.
Para murid SDIT Bintang Cendikia Pekanbaru berkunjung di Rumah Jamur Nando , Jalan Singkong Gang Singkong, Kelurahan Kuala Sialang Sakti, Kecamatan Sail, Kota Pekanbaru, Jumat (18/1/2019). Tempat untuk membudidayakan jamur tiram , kawasan seluas 700 meter persegi itu juga dilengkapi dengan beberapa gazebo, ayunan serta berbagai permainan unik berbahan kayu. (tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky)

Nando juga berbagi tips sedikit cara pembudidayaan jamur dengan menyediakan rak untuk tempat media tanam jamur, kemudian tempatnya harus sedikit lembab dan cahaya harus masuk juga suhunya pada kisaran 24 derajat Celcius.

"Sehingga rumah jamurnya harus disiapkan agar lembab. Tidak perlu cahaya matahari yang intens, bahan media tanamnya cukup dari serbuk kayu dan dedak dan tentunya perangsang jamur,"jelas Fernando.

Sebagai anak muda yang sudah mulai usaha sejak usia kuliah tersebut, Fernando juga sedikit memberi pesannya kepada anak muda khususnya di Riau, kalau mau buka usaha harus dicoba dulu jangan berpikir negatifnya dulu sebelum membuka usaha.

"Jangan mudah mengatakan kita tidak bisa. Kalau susah dicoba maka ada dua kemungkinan, 50 persen berhasil dan 50 persen gagal. Tapi kalau tidak mencoba sama sekali maka dipastikan 100 persen kita gagal,"ujarnya.

"Kalau sudah mencoba dan gagal maka coba lagi, gagal coba lagi sampai berhasil. Karena tidak ada sesuatu itu terjadi berhasil dengan cara instan saja tanpa ada kerja keras," jelas Bayu Fernando.

Wanita Bengkalis Pengelola Kuliner Berbahan Biji Getah Kembali Wakili Riau di Lomba Tingkat Nasional

Bubur Manado ala Fresqa Bistro Batiqa Hotel Pekanbaru, Makin Sedap dengan Ikan Asin Jambal dan Tuna

Enaknya Kue Palito Daun, Makanan Khas Kampar yang Pernah Mendapat Rekor Muri

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved