Selama PPKM Level 4, Tingkat Hunian Hotel di Pekanbaru Menurun 30 Persen

Selama berlangsungnya PPKM level 4 di Pekanbaru, bisnis perhotelan sangat terpukul karena terus mengalami penurunan jumlah kunjungan

Penulis: Theo Rizky
Editor: Theo Rizky
tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky
Karyawan di sebuah hotel di Pekanbaru menggunakan alat pelindung diri berupa face shield , masker dan sarung tangan saat bekerja, Selasa (7/7/2020). 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, PEKANBARU - Selama berlangsungnya PPKM level 4 di Pekanbaru , bisnis perhotelan sangat terpukul karena terus mengalami penurunan tingkat hunian

Menurut Ketua Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) DPD Riau Lusiyanti, SE, pemberlakuan PPKM level 4 di Pekanbaru sangat berdampak sekali bagi perhotelan.

"Karena occupancy seluruh hotel terus menurun mencapai 30 persen, kemudian seluruh event juga tidak di bolehkan," ujar  Lusiyanti, Kamis (29/7/2021).

Dilanjutkannya, dampak yang dialami pada bisnis perhotelan cukup berat, "ada hotel yang tutup dan terjadi PHK serta ada hotel yang beralih ke kos-kosan," kata Lusi. 

Walaupun begitu ia berharap agar seluruh hotel mampu bertahan menghadapi badai ini.

"Untuk bertahan kita harus mencari inovasi-inovasi misalnya menjual makanan pakai online, membuat paket-paket catering dan menjadikan tempat isolasi mandiri yang tetap mengedepankan protokol kesehatan Covid-19 dan harus ada izin dari Satgas Covid-19 serta dinas terkait," katanya.

Lusi lagi yang juga merupakan General Manager Grand Elite Hotel Pekanbaru mengatakan bahwa pada hotelnya sudah terjadi pengurangan karyawan hampir 50 persen.

"Langkah ini harus kita ambil, kalau tidak bagaimana kita bisa bertahan 100 persen," ujarnya. 

Hal yang sama juga disampaikan oleh General Manager Grand Jatra Hotel Pekanbaru Bregas Yekti.

"Selama berlangsungnya PPKM Level 4 jumlah occupancy di hotelnya terus menurun," ujar Bregas.

Dalam beberapa hari PPKM Level 4 ini, jumlah occupancy hanya 20 persen saja dari jumlah kamar sebanyak 200 kamar dan menurun sekitar 30 persen.  

Kemudian untuk event tambah Bregas, tidak boleh di gelar. "Hal ini juga membuat kita semakin terpuruk, karena dari event itu juga masukan kita," ucap Bregas. 

Terkait hal itu Lusi dan Bregas berharap agar PPKM bisa direview ulang karena perhotelan Pekanbaru sangat berdampak sekali dan banyak karyawan yang bergantung nafkahnya dari sini.

"Bila karyawan 80 ditambah satu istri dan dua anak, berarti 80 x 4 berarti ada 320 orang bergantung nafkahnya dari sektor ini," ujar Bregas.

Untuk itu sangat diharapkan sekali insentif dari Pemerintah agar perhotelan bisa bertahan.

"Dari informasi yang saya dapat akhir Juli ini ada dana hibah yang akan dikucurkan untuk perhotelan dari Kementerian Pariwisata. Kalau ini benar diberikan cukup membantu sekali," ujar Lusi.

Lusi dan Bregas juga berharap kepada pemerintah daerah agar memberikan keringanan terkait pajak dan pengurangan atau penangguhan pembayaran listrik.

Sebab, pajak dan biaya listrik yang cukup besar sangat membebankan pelaku bisnis perhotelan

Wawancara Khusus dengan IHGMA Riau, Sektor Perhotelan Kembali Terseok-seok

Skechers Ciputra Seraya Gelar Promo Buy 1 Get 1 Second Item Untuk Pembelian Online

PPKM Level 3 di Kampar, Objek Wisata Ulu Kasok Tutup Sementara, Pekerja Menanti Bantuan

PPKM Level 4 di Pekanbaru, 25 Titik Akses Jalan Disekat Mulai Pukul 08.00 WIB Hingga 12.00 WIB

Sepi Pembeli Karena PPKM Level IV di Pekanbaru, Warung Nasi Tukang Rp 6.500 Tetap Berusaha Bertahan

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved