Covid-19 Varian Delta Ditemukan di Riau, Kepala Daerah Sepakat Lakukan Penyekatan di Perbatasan Riau

Gubernur Riau Syamsuar akan mengambil sejumlah langkah guna mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Riau.

Editor: Theo Rizky
tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky
Pemeriksaan kesehatan melalui rapid swab test digelar di halaman Masjid di Kantor DPRD Provinsi Riau , Pekanbaru beberapa waktu lalu. 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, PEKANBARU - Gubernur Riau Syamsuar akan mengambil sejumlah langkah guna mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Riau.

Di antaranya adalah dengan melakukan pengetatan orang masuk ke Riau dengan penyekatan di perbatasan provinsi. 

Pengetatan orang masuk di Provinsi Riau dilakukan menyusul tingginya angka kasus Covid-19 di Riau.

Ditambah lagi dengan adanya temuan varian virus delta di Riau. Sehingga Pemprov Riau bersama Pemkab dan Pemko se Provinsi Riau terpaksa melakukan pengetatan. 

"Mari kita jaga negeri kita ini dari penyebaran Covid-19 . Caranya dengan mengurangi mobilitas. Sehingga perlu dilakukan penyekatan dan yang kedua patuhi protokol kesehatan," katanya, Rabu (11/8/2021). 

Syamsuar mengatakan, setelah dilakukan identifikasi, kasus tinggi di luar Riau datangnya dari Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dan Sumatera Utara (Sumut), sementara pesawat di dua provinsi itu tidak ada. 

"Makanya kami sudah buat kesimpulan untuk melakukan penyekatan-penyekatan kembali di daerah perbatasan provinsi, antara dengan Sumbar, Sumut dan juga dengan Jambi," ujarnya.

Dengan penyekatan itu diharapkan dapat mengurangi mobilisasi orang dari luar Riau, sehingga penularan Covid-19 di Riau dapat dikendali. 

"Tadi sudah disepakati, dan masing-masing bupati yang daerahnya di perbatasan provinsi sudah siap untuk melaksanakan penyekatan dan bahkan sudah ada bupati yang melaksanakan," katanya. 

Sebelumnya Gubri Syamsuar  menyampaikan kabar yang mengejutkan bagi warga Riau. Orang nomor satu di Riau mengungkap ternyata virus varian Delta sudah masuk di Riau.

Bahkan sejauh ini sudah terdeteksi enam warga Riau yang terpapar virus varian delta.

Kabar tersebut disampaikan Gubri Syamsuar setelah pihaknya mendapatkan laporan dari pihak Litbangkes Kementerian Kesehahatan yang meneliti varian Delta di Jakarta.   

Dengan sudah masuknya virus varian delta di Riau, Gubri Syamsuar  meminta masyarakat agar lebih waspada.

Sebab virus varian delta lebih mudah dan cepat penularanya serta lebih mematikan.

"Saya bukan bermaksud untuk menakut-nakuti, tapi ini agar kita bisa lebih waspada. Karena varian Delta sudah ditemukan di Riau," kata Gubri Syamsuar, Rabu (11/8/2021).   

Enam orang yang terinfeksi varian Delta tersebut, lanjut Gubri, berasal dari Kota Pekanbaru , Kabupaten Siak dan Bengkalis.

Bahkan dua diantaranya sudah meninggal dunia. Namun ada juga yang sudah sembuh. 

"Kenapa baru saya sampaikan sekarang, karena hasilnya baru kita ketahui setelah pemeriksaan di laboratorium Jakarta. Di Riau tidak bisa meneliti varian baru tersebut," ujarnya.

Selain meminta masyarakat untuk waspada dan selalu patuh terhadap protokol kesehatan, pihaknya saat ini juga sedang mengupayakan untuk membeli alat yang bisa meneliti varian baru tersebut. Pasalnya, alat tersebut juga tidak ada di Indonesia.  

BACA JUGA :

Protes Perpanjangan PPKM Level 4, Pedagang STC Pekanbaru Kibarkan Bendera Putih

Warga Bisa Pinjam Tabung Oksigen dan Dapatkan Isinya Secara Gratis, Begini Caranya

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved