Rumah Lontiok, Rumah Adat Kampar yang Memiliki Nilai Budaya dan Sejarah yang Tinggi

Rumah Lontiok adalah satu destinasi wisata yang ada di Bangkinang Kabupaten Kampar Provinsi Riau

Editor: Theo Rizky
Istimewa/Facebook Fahmil SE
Rumah Lontiok Kabupaten Kampar 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, KAMPAR - Rumah Lontiok adalah satu destinasi wisata yang ada di Bangkinang Kabupaten Kampar , Provinsi Riau

Rumah tersebut merupakan rumah adat, konon adat masyarakat Bangkinang ini titisan dari adat di Minangkabau, sehingga rumah adatnya hampir sama.

Kondisi ini membuat Rumah Lontiok memiliki nilai adat, seni, budaya dan nilai sejarah yang cukup tinggi.

Selain sebagai objek wisata budaya, Rumah Lontiok ini juga bisa dijadikan sebagai objek penelitian seni dan sejarah.

Rumah Lontiok oleh masyarakat setempat juga disebut dengan rumah lancang atau pencalang.

Rumah ini digunakan saat ada acara adat, baik itu penitahan datuk, musyarawah, maupun saat acara pernikahan.

Pada saat penitahan datuk atau helat pernikahan ini, akan ditampilkan berbagai seni, baik seni tari maupun pencak silat.

BACA JUGA :

Pesona Rimbo Tujuh Danau di Desa Buluh Cina Kampar, Cocok Buat Refreshing dan Jauh dari Keramaian

Green Canyon Kampar Riau, Objek Wisata Populer yang Memanjakan Pecinta Traveling

Lebih unik lagi, pada saat penitahan datuk dan helat pernikahan ini, ninik mamak, datuk, dan para pejabat adat akan memakai pakaian kebesaran mereka dengan berbagai seni rupa yang memiliki makna yang didasarkan kepada Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.

Rumah Lontiok ini ada di setiap daerah di Bangkinang, namun yang sudah menjadi objek wisata ada di Desa Sipungguk Kecamatan Bangkinang Barat dan di Dusun Pulau Belimbing Kuok.

Bagi warga Pekanbaru yang ingin berkunjung ke Rumah Lontiok ini, bisa hanya dengan menempuh jarak 60-70 kilometer dengan waktu tempuh 60 menit sampai 70 menit dengan kecepatan rata-rata kendaraan 60 kilometer per jam.

Rumah Lontiok ini bisa dicapai dengan kendaraan roda empat maupun kendaraan roda dua.

Sebagai penunjuk arah, pengunjung tidak akan tersesat, karena sudah ada gapura merek Rumah Lontiok di tepi Jalan Lintas Pekanbaru-Bangkinang di sebelah kanan atau di sebelah kiri yang bertuliskan “Desa Wisata Pulau Belimbing".

BACA JUGA :

Destinasi Wisata Batu Tilam Kampar Raih Juara 1 Surga Tersembunyi Terpopuler API Award 2020

Berwisata ke Hutan Adat Imbo Putui Kampar, Menikmati Sejuknya Mandi di Sungai Emas

Setelah masuk ke dalam simpang, pengunjung bisa menanyakan arah kepada warga setempat, dan warga setempat dengan senang hati akan mengarahkan menuju Rumah Lontiok tersebut.

Sebagai referensi pengetahuan awal, sesuai dengan namanya Rumah Lontiok, atap rumah ini melengkung atau lentik ke arah atas.

Memiliki enam sampai tujuh sampai sembilan tiang, berdinding papan yang diukir.

Jendelanya banyak dan satu pintu masuk yang berada di tengah.

Untuk naik ke atas rumah menggunakan tangga kayu yang jumlahnya ganjil, biasanya lima anak tangga yang didasari kepada lima rukun Islam.

Namun, ada juga tangga ini yang sudah dibuat dari batu yang dipadukan dengan semen

 

Artikel ini telah tayang di TribunPekanbaru.com dengan judul Memiliki Jumlah Tangga Ganjil, Beginilah Keistimewaan Rumah Lontiok Kampar

Tari Losung, Tarian Penyambut Pesta Panen Padi Raya Khas Melayu Kampar Bikin Pengunjung Mal Terpana

Galopuong Ondam, Kuliner Khas Kampar Bercita Rasa Manis dan Gurih

Menikmati Indahnya Ulu Kasok Kampar, Punya Banyak Pilihan Spot Instagramable

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved