Apa Manfaat Madu Dalam Kaitannya dengan Covid-19?

Madu telah dijadikan sebagai salah satu bahan untuk pengobatan dari zaman dulu kala dan bahkan dicantumkan pada Alquran pada surat An Nahl ayat 69

Editor: Theo Rizky
Istimewa
Budidaya lebah madu 

Apa Manfaat Madu Dalam Kaitannya dengan Covid-19?

 

Oleh : Avry Pribadi (Entomology The University of Georgia US , Peneliti perlebahan pada Balai Litbang Teknologi Serat Tanaman Hutan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan)

 

Sudah lewat dua tahun Covid-19 menghantui masyarakat dunia dan Indonesia, tidak sedikit masyarakat bahkan saudara dan kawan terdekat telah menjadi korban dari keganasan virus ini.

Selain itu, dampak sosial dan ekonomi yang timbulkan dinilai lebih parah dibandingkan jumlah pasien yang terhitung hari ini telah menembus angka 1,8 juta.

Bahkan para pakar menduga jika nilai yang sebenarnya adalah jauh melampaui angka yang dirilis oleh pihak pemerintah.

Meskipun pemerintah telah mengusahakan berbagai usaha termasuk vaksinasi, namun belum terlihat adanya kecenderungan penurunan infeksi harian untuk menurun, justru di beberapa tempat mengalami peningkatan luar biasa pasca libur lebaran.

Pemerintah tidak dapat sepenuhnya disalahkan karena berbagai imbauan dan usaha untuk mencegah penyebaran Covid-19 telah dilakukan meskipun menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat.

Meskipun sampai sekarang belum ditemukan obat yang diklaim benar-benar ampuh untuk mengobati pasien Covid-19 dikarenakan sifat dan karakter Covid-19 yang tidak termasuk pada golongan mahluk hidup seperti bakteri ataupun jamur, di tengah masyarakat banyak kepercayaan yang berkembang mengenai jenis-jenis bahan herbal yang dipercaya dapat menghambat bahkan mengobati penderita yang terinfeksi Covid-19 .

Beberapa di antaranya adalah madu, sarang burung walet, ekstrak jenis kayu-kayu tertentu, kelompok tanaman berimpang seperti jahe, kunyit, lengkuas atau sebagian masyarakat Jawa Tengah menyebutnya sebagai “empon-emponan” atau “langkok-langkok” sebagaimana masyarakat Melayu di provinsi Riau menyebutnya.

Avry Pribadi (Entomology The University of Georgia, US , Peneliti perlebahan pada Balai Litbang Teknologi Serat Tanaman Hutan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan)
Avry Pribadi (Entomology The University of Georgia, US , Peneliti perlebahan pada Balai Litbang Teknologi Serat Tanaman Hutan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) (Istimewa)

Akan tetapi, untuk mengkategorikan bahan-bahan tersebut secara khusus sebagai obat Covid membutuhkan pengujian yang panjang dan diperlukan legitimasi resmi dari pihak-pihak yang berkaitan dengan hal tersebut.

Di sini kami tidak membahas mengenai pro dan kontra penggunaan bahan-bahan herbal terutama madu sebagai obat Covid-19 atau dengan kata lain mengklaim bahwa madu dapat menyembuhkan penderita Covid-19.

Akan tetapi, pada tulisan ini kami akan membahas mengenai kandungan dan bagaimana mekanisme madu dalam menghadapi serangan virus pada umumnya.

Mengingat Covid-19 yang dikategorikan sebagai virus, sehingga dapat dijadikan salah satu cara untuk mencegah dan membantu penyembuhan pasien Covid-19.

Berdasarkan Standar Nasional Indonesia No 8664: 2018, kandungan madu didominasi oleh gula dalam bentuk gula sederhana (glukosa dan fruktosa) sebesar kurang lebih 65 persen dan gula majemuk dalam bentuk sukrosa sebesar kurang lebih lima persen.

Sedangkan sisanya sekitar 30 persen adalah berupa air, mineral, termasuk kandungan antioksidan.

Gula sederhana dan majemuk merupakan sumber nutrisi yang dijadikan sebagai sumber energi utama, sedangkan antioksidan berfungsi sebagai penangkal radikal bebas yang merupakan efek samping dari proses perubahan makanan menjadi energi dan juga dapat berasal dari luar seperti udara dan sinar matahari.

Radikal bebas ini bersifat reaktif dan mempengaruhi sampai pada tingkatan inti sel yang kemudian dapat memicu sel untuk mengaktifkan mode penghancuran sendiri.

Contoh produk yang mengandung antioksidan tinggi dan sering dijadikan standar nilai antioksidan adalah asam askorbat atau lebih dikenal dengan vitamin C.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved