Pemko Pekanbaru Rekomendasikan Bandara SSK II Segera Direlokasi

Bukan hanya tahun ini, rencana relokasi bandara sempat dibahas pada tahun 2008 silam

Editor: Theo Rizky
tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky
Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, PEKANBARU - Walikota Pekanbaru Firdaus bakal memberi rekomendasi kepada Gubernur Riau agar segera mencari lokasi alternatif bandara komersial menggantikan Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru Kota Pekanbaru .

Bandara SSK II Pekanbaru tersebut harus segera direlokasi karena hanya bisa beroperasi hingga tahun 2025 dengan kapasitas saat ini.

"Bandara komersial saat ini tidak bisa bertahan lama di sana, dalam kajian kita sudah harus disampaikan bahwa airport komersial hanya beberapa waktu tertentu. Jadi harus segera direlokasi karena tidak mungkin diperluas lagi," terangnya, Rabu (18/8/2021) lalu.

Menurutnya, bandara di Kecamatan Marpoyan Damai harus direlokasi karena lahan di kawasan itu terbatas. Sedangkan kapasitas bandara ini terus mengalami peningkatan.

Saat ini kapasitas bandara itu mencapai 4 juta penumpang setiap tahunnya. Ia menyebut bahwa dalam satu kajian kapasitas penumpang tersebut dicapai pada tahun 2025 mendatang.

Namun pada tahun 2016 silam kapasitas 4 juta penumpang dalam setahun sudah tercapai. Kenaikan kapasitas itu lebih cepat dari prediksi awal.

Firdaus menyebut bahwa kajian pun berlanjut ternyata kapasitas penumpang di bandara Pekanbaru mencapai 9,5 juta penumpang dalan setahun.

Ada peningkatan dua kali lipat dibanding kapsitas penumpang sebelumnya.

"Setelah kita lakukan diskusi bersama maka kita akan surati angkasa pura dan kementrian perhubungan melalui Gubri, kita akan sampaikan bahwa untuk bandara komersial itu mesti segera direlokasi," jelasnya.

Rekomendasi ini sebagai langkah antisipasi meningkatnya jumlah kapasitas Bandara SSK II .

Ia menyebut perlu ada rancangan terkait relokasi bandara komersial menggantikan bandara saat ini.

Firdaus menyebut bahwa rencana relokasi bandara sempat dibahas pada tahun 2008 silam. Ia menyebut sempat ada kajian terkait rencana ini.

Namun saat itu usulan relokasi bandara komersil belum mendapat persetujuan, pemerintah pusat.

Maka aktivitas bandara masih berlangsung di Bandara SSK II saat ini dengan sejumlah pengembangan.

BACA JUGA :

Bangkitkan Nasionalisme, Pria Ini Kibarkan Bendera di Busur Pelengkung Jembatan Tertinggi di Siak

Kisah Prasasti Pengibaran Merah Putih Pertama di Pekanbaru, Berkibar Sebulan Pasca Kemerdekaan RI

Bandara itu berada di Kawasan Marpoyan Damai merupakan satu kawasan yang padat pemukiman.

Pemerintah kota pun melakukan penataan terhadap kawasan itu.

Proses penataan kawasan ini juga melibatkan akademisi dari Universitas Riau dalam konsultasi publik menyusun Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS).

Mereka membahasnya dalam konsultasi publik.

Ia menyebut bahwa dokumen LKHS sangat penting. Terutama untuk menyusun Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di Kecamatan Marpoyan Damai.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved