BBKSDA Riau

Dua Gajah Liar yang Ditranslokasi ke TNTN Diberi Nama Kaesang dan Dodo, Ini Kisah Dibalik Namanya

Dua Gajah Sumatera Liar yang Dievakuasi dan Ditranslokasi ke kawasan Taman Nasional Teso Nillo diberi nama Kaesang dan Dodo.

Penulis: Theo Rizky
Editor: Theo Rizky
Dok Balai Besar KSDA Riau
Translokasi dua gajah liar di perbatasan antara konsesi PT RPI/PT RLZ dan kawasan TNTN, Jumat (20/8/2021). 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, INHU - Dua Gajah Sumatera Liar yang Dievakuasi dan Ditranslokasi ke kawasan Taman Nasional Teso Nillo (TNTN) pada Jumat (20/8/2021) lalu diberi nama Kaesang dan Dodo.

Evakuasi terhadap dua satwa dilindungi itu terpaksa dilakukan karena satwa tersebut telah merusak kebun warga di sekitar Kecamatan Peranap , tepatnya di Kelurahan Peranap dan Desa Semelinang Darat selama kurang lebih satu bulan.

Ada kisah menarik dari pemberian nama dua gajah liar itu. Disampaikan Kepala Bidang KSDA Wil. I, Andri Hansen Siregar

Kaesang adalah Gajah Sumatera yang berumur sekitar 10 tahun. Sosok yang kuat dan emosional.

Gajah ‘Kaesang’ ini, sempat menyerang teman-tema saat akan dilepasliarkan, “untung saja si Kaesang dalam keadaan terikat, sehingga teman-teman mahout (pawang gajah,red) tidak dapat dijangkaunya,” ujarnya

Sementara itu, Dodo, gajah berumur sekitar enam tahun lebih adalah sosok yang lincah, memiliki keberanian dan kuat.

Diceritakan Hansen, gajah Dodo paling lama sendiri. Pada saat akan dinaikkan ke dalam truk, kebetulan seorang koordinator mahout di lapangan bernama Widodo, dengan panggilan ‘Dodo’ selalu aktif memberikan arahan ke mahout lainnya.

“Gajah satunya dinamakan Dodo untuk mengingatkan kelincahan Mas Widodo menghadapi Gajah liar,” kata Hansen.

Diberitakan sebelumnya, dua ekor Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) liar remaja berjenis kelamin jantan dievakuasi dari Kecamatan Peranap , Kabupaten Indragiri Hulu , Provinsi Riau , Jumat (20/8/2021)

Translokasi dua gajah liar di perbatasan antara konsesi PT RPI/PT RLZ dan kawasan TNTN, Jumat (20/8/2021).
Translokasi dua gajah liar di perbatasan antara konsesi PT RPI/PT RLZ dan kawasan TNTN, Jumat (20/8/2021). (Istimewa)

Kegiatan evakuasi dan translokasi tersebut dilakukan oleh tim gabungan dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau , Balai TNTN , Polsek Peranap, Koramil 05 Peranap, aparat Kecamatan Peranap, Yayasan TNTN, PT Rimba Peranap Indah (PT RPI), PT Rimba Lazuardi (PT RLZ) dan PT Bintang Riau Sejahtera (PT BRS)

Sebelumnya Tim gabungan telah beberapa kali melakukan upaya penggiringan ke habitatnya namun belum berhasil.

Selain itu, telah ditemukan beberapa barang yang diduga mengancam hidup gajah liar ini, sehingga perlu dilakukan langkah translokasi.

Disampaikan Kepala Bidang KSDA Wil. I, Andri Hansen Siregar, proses evakuasi dimulai pada Rabu (18/8/2021), mobilisasi seluruh tim ke lokasi dilakukan, termasuk tiga ekor gajah latih PLG Minas bernama Bangkin, Indah dan Yopi.

Koordinasi dan sosialisasi kegiatan kepada pihak pemerintah daerah maupun aparat setempat dilakukan, termasuk Camat Peranap, Lurah Peranap, Kades Semelinang Darat, Baturijal, Kapolsek Peranap, Danramil 05 Peranap serta tokoh masyarakat.

Andri Hansen Siregar memimpin langsung briefing tim gabungan di rumah dinas Camat Peranap.

Selanjutnya pada Kamis (19/8/2021) mulai pukul 02.30 WIB dini hari, tim medis dari Balai Besar KSDA Riau dan tim evakuasi bersama gajah latih tiba di lokasi.

Gajah latih di tempatkan di kebun masyarakat yang telah disepakati. Koordinasi keamanan saat pelaksanaan maupun akses jalan dari lokasi evakuasi menuju translokasi segera disiapkan.

Pukul 18.00 WIB, gajah liar mendekati dan makan bersama dengan gajah latih. Tim akhirnya memutuskan segera dilakukan tindakan evakuasi.

Pukul 20.00WIB, tindakan evakuasi dilakukan dan sekitar pukul 24.00 WIB, dua gajah liar berhasil ditangkap.

Proses evakuasi berjalan cukup panjang hingga akhirnya pukul 04.00 WIB dini hari, kedua gajah telah dinaikkan ke dalam mobil angkut.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved