PPKM level 4 di Riau Membuahkan Hasil, Tiga Kabupaten Kota di Riau Akhirnya Turun Level

Untuk perpanjangan atau perubahan evaluasi penerapan PPKM kabupaten dan kota di luar Jawa Bali hingga saat ini masih menunggu arahan dari Presiden RI

Editor: Theo Rizky
Dok Tribun Pekanbaru
Sejumlah pertokoan di kawasan Sukaramai Trade Center (STC) Pekanbaru yang tutup saat pemberlakuan PPKM Level 4, Kamis (5/8/2021). 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, PEKANBAU - Gubernur Riau Syamsuar menyampaikan, ada tiga daerah di Riau yang sebelumnya menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 kini sudah turun level ke level 3.

Tiga daerah tersebut adalah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Kabupaten Siak dan Kota Dumai .

"Tiga daerah itu sekarang sudah turun ke level 3, tinggal Pekanbaru saja lagi yang masih level 4," kata Syamsuar , Senin (23/8/2021).

Ia menegaskan, untuk perpanjangan PPKM level 4 di Pekanbaru pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah pusat. 

"Kita tunggu instruksi menteri, apakah akan diperpanjang atau tidak kita tunggu nanti sore," katanya. 

Hal senada sebelumnya juga disampaikan oleh Sekdaprov Riau, SF Hariyanto mengungkapkan, sejauh ini belum ada kepastian apakah PPKM level 4 di empat kabupaten kota di Riau akan diperpanjang atau tidak.

Sebab Pemerintah Provinsi Riau dan Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Riau masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat.

"Kita masih menunggu arahan dari pak presiden, kita tunggu besok," kata Sekdaprov Riau, SF Hariyanto saat dihubungi Tribunpekanbaru.com, Minggu (22/8/2021).

Pria yang akrap disapa Anto ini menegaskan, apapun keputusan yang nanti ditetapkan oleh pemerintah pusat pihaknya siap untuk menjalankan.

Termasuk jika nanti ternyata PPKM level 4 di Riau diperpanjang. 

"Kita di Riau siap, jadi kita tunggu dulu arahan dari pak presiden seperti apa, karena ini kebijakan pemerintah pusat," ujarnya.

Anto mengatakan, sejauh ini PPKM level 4 di Riau membuahkan hasil yang cukup menggembirakan.

Terbukti sejak beberapa hari terakhir ini tren penambahan kasus harian cenderung menurun. Jika biasanya penambahan selalu diatas 1000 kasus, sejak beberapa hari ini penambahan kasus harian selalu berada dibawah angka 1000 kasus.

"Allhamdulilah tren kasus kita mengalami penurunan, tracing kita juga terus kita tingkatkan, dan di Riau tracingnya sudah cukup tinggi," katanya.

Sebelumnya, Sekdaprov Riau SF Hariyanto juga sempat menghadiri secara virtual rapat koordinasi (Rakor) evaluasi PPKM dan Penanganan Covid-19 di luar Jawa Bali, di Gedung Daerah Balai Serindit, Sabtu (21/8/2021) kemarin. 

Saat memimpin rapat tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa rapat ini untuk mengevaluasi terkait pelaksanaan PPKM di luar Jawa-Bali.

Ia menuturkan bahwa saat ini kasus aktif nasional sebanyak 327.286  kasus, distribusi Jawa Bali sebanyak  47 persen dan di luar Jawa Bali sebanyak  53 persen.

Selama PPKM  9-20 Agustus 2021, kasus aktif di luar Jawa Bali mengalami penurunan. Yang mana penurunan tertinggi berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yakni sebesar -36.96 persen.

"Kasus aktif selama bulan Agustus sudah turun -27,03 persen," ungkapnya.

Adapun perkembangan level asesmen kabupaten dan kota di luar Jawa Bali, pada level IV ada penurunan 105 kabupaten/kota dari sebelumnya 132, di level III ada kenaikan 232 kabupaten/kota dari sebelumnya 215, level II 48 kabupaten/kota dari sebelumnya 39 dan level terdapat 1 kabupaten/kota.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved