PPKM level 4 di Pekanbaru Diperpanjang Hingga 6 September 2021, Ada Sejumlah Kelonggaran

Kota Pekanbaru termasuk daerah yang menjalani perpanjangan PPKM level 4 selama dua pekan.

Editor: Theo Rizky
Dok Tribun Pekanbaru
Petugas saat melakukan penyekatan di ruas Jalan SM Amin, Pekanbaru, Sabtu (10/7/2021). Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Pekanbaru, memberlakukan penyekatan jalan dibeberapa titik, penyekatan dalam rangka pengetatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro. Penyekatan arus lalu lintas ada di beberapa titik yakni flyover Pasar Pagi Arengka, Simpang Tabek Gadang, Simpang Jalan Garuda Sakti dan U-Turn SPBU Jalan SM. Amin. 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, PEKANBARU - PPKM level 4 di Pekanbaru berlanjut hingga 6 September 2021 mendatang.

Kota Pekanbaru termasuk daerah yang menjalani perpanjangan PPKM level 4 selama dua pekan.

"Kita jalani perpanjangan PPKM level 4 hingga 6 September 2021 mendatang," terang Walikota Pekanbaru Firdaus , Selasa (24/8/2021).

Menurutnya, ada sejumlah perbedaan kebijakan dalam PPKM dua pekan ke depan. Ada beberapa kelonggaran di bidang ekonomi.

Masyarakat bisa menjalankan aktivitas ekonomi secara terbatas dalam PPKM level 4 . Ada sejumlah poin yang tertuang dalam surat edaran terkait PPKM level 4 .

Satu di antaranya pelaksanaan kegiatan pada pusat perbelanjaan, mal dan pusat perdagangan bisa buka. Jam operasionalnya sampai dengan pukul 20.00 WIB.

Namun jumlah pengunjung dibatasi sebesar 50 persen dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Poin dalam surat edaran juga mengatur aktivitas di pasar tradisional, pedagang kaki lima, toko kelontong, agen voucher, pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, pasar loak, pasar basah, bengkel kecil hingga cucian kendaraan bisa buka dengan protokol Kesehatan ketat.

Supermarket dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari bisa beroperasi dengan 50 persen kapasitas. Mereka bisa beroperasi hingga pukul 20.00 WIB.

"Khusus bagi pasar tradisional mempedomani SOP yang ditetapkan Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Perdagangan dan Industri Kota Pekanbaru ," jelasnya.

BACA JUGA :

Ada Anomali Cuaca Bulan ini di Riau, Ancaman Banjir Mengintai

Sejumlah Hotel di Kota Pekanbaru Bakal Jadi Lokasi Isolasi Terpadu Bagi Pasien Covid-19

Firdaus juga menyampaikan bahwa industri orientasi eskpor dan penunjangnya harus memperlihatkan bukti dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang selama 12 bulan terakhir.

Mereka juga bisa menunjukkan rencana ekspor dan wajib memiliki Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI) agar dapat beroperasi 100 persen.

Mereka harus mengikuti protokol kesehatan yang ketat. Namun bila ditemukan kluster di tempat kerja, maka ditutup selama lima hari.

Warung makan, Warteg, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya diizinkan buka dengan protokol kesehatan ketat.

Mereka bisa buka setelah pukul 20.00 WIB tapi hanya menerima layanan makan dibawa pulang.

Rumah makan dan kafe yang berada pada lokasi sendiri atau pusat perbelanjaan dapat melayani makan di tempat atau dine in dengan kapasitas 25 persen.

Sedangkan tempat hiburan umum dan layanan hiburan fasilitas hotel dapat beroperasi sampai pukul 20.00 WIB. Ada pembatasan pengunjung hingga 25 persen kapasitas.

"Secara umum untuk bidang ekonomi sudah ada kelonggaran, tapi tetap dikawal dengan protokol kesehatan yang ketat," ujarnya. 

( Tribunpekanbarutravel.com )

Grand Elite Hotel Hadirkan Paket Lunch Box Promo, Nasi Liwet dan Bebek Viral Paling Populer

Masih Berlangsung, Bapenda Riau Imbau Warga Manfaatkan Pemutihan Denda Pajak Kendaraan Bermotor

Ini Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Saat Memodifikasi Motor, Hindari Modifikasi Mesin

Ikut Berdonasi, Menteri Sandiaga Berharap Tepekik Telolong Bisa Jadi Momentum Untuk Segera Bangkit

Ini yang Mesti Dipenuhi Hotel Bila Mau Menjadi Lokasi Isoter Pasien Covid-19

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved