Setengah Bulan Berjalan, Sudah 15 Ribu Kendaraan Bermotor di Riau Dihapuskan Denda Pajaknya 

Bapenda Riau mengimbau kepada masyarakat Riau agar memanfaatkan program penghapusan denda pajak kendaraan bermotor.

Editor: Theo Rizky
tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky
Suasana Kantor Samsat Rumbai beberapa waktu lalu 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, PEKANBARU - Selama lebih kurang setengah bulan berjalan, total sudah lebih dari 15 ribu unit kendaraan bermotor di Riau yang diputihkan denda pajaknya.

Sementara untuk total denda pajak kendaraan bermotor yang dihapuskan mencapai Rp 5,7 miliar. 

Angka ini dipastikan akan terus bergerak naik. Sebab program penghapusan denda pajak kendaraan bermotor di Provinsi Riau masih akan berlangsung hingga 9 November mendatang. 

"Kalau kita lihat memang yang banyak memanfaatkan penghapusan denda pajak itu adalah kendaraan roda dua," kata Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Riau, Herman, Kamis (26/8/2021).

Hingga saat ini total kendaraan roda dua yang memanfaatkan pemutihan denda pajak mencapai 11.573 unit. Sedangkan untuk kendaraan roda empat sebanyak 4.230 unit.

Namun untuk nominal denda pajak yang dihapuskan itu lebih besar kendaraan roda empat, meskipun secara jumlah yang banyak itu roda dua. 

"Untuk kendaraan roda empat total denda pajak yang dihapuskan mencapai Rp 4,6 miliar lebih. Sedangkan untuk kendaraan roda dua sebanyak Rp 1,1 miliar lebih," katanya. 

"Alhamdulillah sampai saat ini total pendapatan yang kita dapatkan dari pajak pokok kendaraan yang dendanya kita hapuskan mencapai Rp 17,3 miliar lebih," tambahnya. 

Herman, mengimbau kepada masyarakat Riau agar memanfaatkan program penghapusan denda pajak kendaraan bermotor.

Sebab program ini digulirkan untuk membantu wajib pajak yang selama ini menunggak pembayaran pajak kendaraan bermotornya.

"Untuk semua masyarakat Riau, manfaatkanlah dengan baik program insentif pajak ini sebelum akhir periodik," kata Herman. 

BACA JUGA :

Pengelola Pastikan Masuk Mal di Pekanbaru Tidak Perlu Kartu Vaksin

Selama PPKM Level 4 Tahap 3 di Pekanbaru, Denda Sanksi Administrastif Terkumpul Rp 47 Juta Lebih

Herman menjelaskan, bagi warga yang selama ini menunggak pembayaran pajak kendaraan bermotornya, terhitung mulai 10 Agustus 2021 lalu hingga 9 November 2021 mendatang, Pemerintah Provinsi Riau melalui Badan Pendapatan Daerah Riau mengeluarkan kebijakan pemutihan denda pajak kendaraan bermotor. 

Program pemutihan denda pajak kendaraan bermotor ini diberlakukan menyusul diterbitkannya Peraturan Gubernur (Pegub) Riau Nomor No. 30 Tahun 2021 Tentang Penghapusan Sanksi Administrasi Pajak Kendaraan Bermotor Tahun 2021.

Penghapusan sanksi administrasi pajak kendaraan bermotor ini diberikan kepada seluruh masyarakat Riau yang memiliki tunggakan dan melakukan pembayaran sampai dengan tanggal berakhirnya pelaksanaan program penghapusan, yaitu 9 November 2021.

Program pemutihan denda pajak kendaraan bermotor ini bisa dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.

Mulai dari pemilik kendaraan roda dua, roda tiga hingga roda empat perorangan, instansi pemerintah hingga perusahaan.

“Pak Gubernur memang sangat fokus bagaimana meringankan beban masyarakat akibat dampak dari pandemi Covid-19 ini. Pak Gubernur berharap dengan adanya program penghapusan denda pajak ini, bisa meringankan beban yang ada di masyarakat,” ujarnya. 

Adapun persyaratan untuk bisa menerima insentif penghapusan sanksi administrasi pajak kendaraan ini, sama dengan pembayaran pajak kendaraan bermotor biasa. 

Masyarakat cukup datang ke kantor Samsat dengan membawa berkas kendaraan (STNK/BPKB) dan juga e-KTP pemilik kendaraan (sesuai dengan identirtas di STNK/BPKB).

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved