Pembayaran Parkir Tepi Jalan di Pekanbaru Akan Dilakukan Secara Non Tunai, Ini Tanggapan Juru Parkir

Ada rencana pembayaran jasa layanan parkir tepi jalan umum di Kota Pekanbaru bakal menerapkan sistem non tunai.

Editor: Theo Rizky
Dok Tribun Pekanbaru
Petugas dari Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru melakukan sosialisasi penggunaan mesin EDC untuk transaksi non tunai dalam pembayaran jasa layanan parkir tepi jalan pada beberapa waktu lalu. 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, PEKANBARU - Ada rencana pembayaran jasa layanan parkir tepi jalan umum di Kota Pekanbaru bakal menerapkan sistem non tunai.

Penerapan parkir non tunai bakal berlangsung pada Oktober 2021 mendatang.

Satu juru parkir, M.Manurung mengatakan bahwa belum ada pemberitahuan dari pihak terkait perihal rencana pembayaran secara non tunai untuk jasa layanan parkir tepi jalan umum.

Ia baru mendapat informasi dari media massa terkait rencana itu.

"Belum lagi, kalau baca di koran iya," terangnya , Selasa (31/8/2021).

Juru parkir di Jalan Ahmad Yani mengaku tidak keberatan dengan kebijakan tersebut.

Ia menyebut bahwa pengelola baru parkir mesti berkomunikasi dengan para juru parkir.

"Nanti bisa buat perjanjiannya, saya bersedia ikut dengan pengelola baru," paparnya.

Dirinya berharap di masa pandemi Covid-19 para juru parkir bisa mendapat dukungan. Ia berharap bisa bekerja dengan pengelola parkir yang baru.

Pembayaran jasa layanan parkir tepi jalan umum secara non tunai bakal diterapkan pada Oktober 2021 mendatang.

Penerapannya seiring beralihnya pengelolaan parkir tepi jalan umum ke PT Yabisa Sukses Mandiri (YBM).

Pihak ketiga yang baru saja menjadi rekanan pemerintah kota ini bakal mengelola parkir tepi jalan umum terhitung 1 September 2021.

Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru bakal melakukan sosialisasi mulai bulan depan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru, Yuliarso mengatakan bakal mengoptimalkan sosialisasi terkait penerapan pembayaran parkir secara non tunai.

Tahap awal para pengguna jasa layanan parkir nantinya bisa menggunakan e money sebagai alat pembayaran.

Petugas parkir atau juru parkir nantinya dilengkapi dengan mesin Electronic Data Capture (EDC). Mesin ini mencatat setiap transaksi parkir secara detil.

Tim dinas perhubungan pun mengawasi para juru parkir guna memastikan penerapan pembayaran non tunai.

Cara ini untuk mengantisipasi kebocoran pendapatan daerah dari sektor parkir tepi jalan.

Pihaknya juga bisa memantau langsung pendapatan parkir tepi jalan umum setiap harinya. Mereka bakal menyediakan informasi ketersediaan parkir, sarana dan prasarana nantinya bakal disediakan oleh pengelola," paparnya.

Dirinya menyadari bahwa butuh waktu peralihan sistem biasanya dengan sistem non tunai.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved