Memiliki 112 Koleksi, Ini Sejarah dan Asal Mula Nama Museum Sang Nila Utama

Museum Sang Nila Utama lokasinya sangat strategis yakni di jantung Kota Pekanbaru Jalan Jalan Jenderal Sudirman

Penulis: Theo Rizky
Editor: Theo Rizky
tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky
Museum Daerah Sang Nila Utama, Pekanbaru, Riau 

Pertemuan-pertemuan yang membahas calon-calon nama yang cocok untuk Museum Negeri Provinsi Riau .

Terdapat 10 nama yang diajukan tim. Dari 10 calon nama yang diusulkan oleh tim diskusi tersebut, lalu diteruskan ke Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Riau untuk menyeleksinya.

Dari hasil seleksi Kepala Kantor Wilayah Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Riau terjaringlah tiga nama diantaranya Sang Nila Utama, Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil, Marhum Pekan dan Raja Ali Haji.

Gubernur Riau akhirnya memilih nama Sang Nila Utama.

Jadinya nama lengkapnya, Museum Negeri Provinsi Riau Sang Nila Utama .

Dalam Sulalatus Salatin, Sang Nila Utama disebutkan sebagai putra pasangan Sang Sapurba dengan Wan Sundaria (anak dari Demang Lebar Daun, penguasa Palembang).

Ia menikah dengan Wan Sri Beni, dan awal menjadi raja di Bintan (Kini wilayah Kepri) sebelum pindah ke Singapura.

Sang Nila Utama diyakini orang yang mendirikan Singapura yang dulunya bernama Tumasik (Temasek). Singapura artinya kota singa.

Museum Daerah Sang Nila Utama , Pekanbaru, Riau
Museum Daerah Sang Nila Utama , Pekanbaru, Riau (tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky)

Miliki Bermacam Koleksi

Koleksi Museum Sang Nila Utama saat ini ada 112 Item yang terdiri dari :

Koleksi Museum Sang Nila Utama beragam.

Terdiri dari berbagai kategori.

Geoligika ( benda koleksi  disiplin ilmu geologi (fosil, batuan, mineral, dan benda bentukan alam lainnya, seperti andesit dan granit).

Biologika – benda koleksi disiplin ilmu biologi (rangka manusia, tengkorak, hewan, dan tumbuhan baik fosil ataupun bukan).

Etnografika – benda koleksi budaya disiplin ilmu antropologi yang merupakan hasil budaya atau identitas suatu etnis.

Arkeologika – benda koleksi yang merupakan peninggalan budaya sejak masa prasejarah sampai masuk pengaruh barat.

Historika – benda koleksi yang memiliki nilai sejarah dan menjadi objek penelitian sejak masuknya pengaruh barat hingga sekarang (negara, tokoh, kelompok, dan sejenisnya).

Numismatika (telaah tentang pengumpulan mata uang atau tanda jasa (medali dan sebagainya) dan Heraldika (lambang, tanda jasa dan tanda pangkat resmi (cap atau stempel).

Selain itu juga ada koleksi Filologika – benda koleksi disiplin filologi (naskah kuno tulisan tangan yang mendeskripsikan suatu peristiwa).

Keramonologika – benda koleksi barang pecah belah yang terbuat dari tanah liat yang dibakar.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved