Goceng, Tranportasi Online Antar Orang dan Barang di Bengkalis

Geliat perkembangan transportasi online ternyata sudah sampai ke Kota Bengkalis dan telah diterima publik dengan antusias

Editor: Theo Rizky
Dok Tribun Pekanbaru
Pengguna aplikasi bisa pesan langsung jasa antar jemput orang dan barang melalui aplikasi Gonceng yang tersedia di playstore 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, BENGKALIS - Tranportasi online sudah menjadi bagian dari transportasi yang ada di Indonesia dan merupakan salah satu produk perkembangan teknologi dan informasi.

Sejumlah kota besar di Indonesia bahkan sudah masuk transportasi online dari startup besar dan sudah diterima publik.

Transportasi online ini bahkan sudah menjadi pilihan utama untuk tranportasi masyarakat.

Geliat perkembangan transportasi online ini juga ternyata sudah sampai ke Kota Bengkalis .

Meskipun belum ada perusahaan transportasi online besar beroperasi di Bengkalis, keinginan anak muda di Bengkalis menghadirkan transportasi online sangat tinggi.

Ini terbukti pada tahun 2019 dengan kemampuan dan pengetahuan teknologi yang dimiliki pemuda Bengkalis, mereka berhasil menciptakan moda tranportasi online sendiri.

Satu diantaranya transportasi online yang kini berkembang di Bengkalis dengan bernama Gonceng .

Pelayanan transportasi berbasis aplikasi ini muncul dan melayani masyarakat Bengkalis sejak akhir tahun 2019.

Gonceng ini didirikan beberapa orang pemuda asli Bengkalis dan aktif memberikan pelayanan transportasi sejak Maret 2020 lalu.

Saat itu animo masyarakat munculnya moda transportasi online ini cukup tinggi. Terutama pengguna transportasi online dikalangan anak-anak muda di Bengkalis.

"Promosi awal dari mulut ke mulut saat itu cukup tinggi. bahkan tiga bulan saat di launching  penggunanya lumayan naik dan ramai," terangnya Muhammad Ridho satu diantara owner Gonceng saat ditemui, Jumat (3/9/2021) lalu.

Pelayanan yang diberikan sama dengan perusahaan transportasi online yang besar yang ada di kota-kota besar.

Di antaranya menyediakan pelayanan jasa antar jemput orang dan barang dan makanan.

Baca juga: Bumdes Langgam Sako Gagas Batik Tenun Khas Bengkalis, Pemda Siap Bantu Pasarkan

"Saat awal hadir di Bengkalis cukup mendapat tempat di masyarakat Bengkalis, karena pelayanannya lebih cepat dari transportasi konvensional," terang pria akrab disapa Edo ini.

Masyarakat juga bisa memesan makanan lain di luar menu yang ada diaplikasi. Sehingga memudahkan masyarakat mendapatkan kebutuhannya tanpa keluar dari rumah.

Namun baru berusia seumur jagung terjadi permasalahan internal dalam pengelola aplikasi ini saat itu. Pemilik awal aplikasi menjual aplikasi Gonceng ini kepada Edo dan seorang rekananya.

"Kami awalnya juga pengguna jasa aplikasi Gonceng ini. Namun pada awal tahun kemarin tiba tiba pengelolan Gonceng mereka menawarkan untuk mengakuisi aplikasi ini, karena ada permasalahan internal yang mereka hadapi saat itu," cerita Edo.

Saat itu Edo dan seorang rekannya bernama Fikri Muntaza (25) tertarik untuk mengakuisi kepemilikan transportasi ini. Karena melihat prospek yang bagus dan akhirnya pada Juli 2021 ini mereka memutuskan mengambil alih pengelolaanya.

Sebelum diakuisisi, Gonceng yang sudah berjalan setahun lebih dan sudah memiliki tempat di masyarakat Bengkalis.

Namun karena masalah internal dihadapi sempat sempat vakum dan tidak melayani orderan masyarakat Bengkalis. Kondisi ini membuat warga Bengkalis merasa kehilangan transportasi online terutama dikalangan muda.

Baca juga: Wanita Bengkalis Pengelola Kuliner Berbahan Biji Getah Kembali Wakili Riau di Lomba Tingkat Nasional

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved