Belajar Sejarah Melalui Uang Kuno, Kolektor Ini Miliki Koin Majapahit, VOC Hingga Kerajaan Siak

Banyak cara untuk mengorek dan mempelajari sejarah bangsa, di antaranya adalah melalui uang kuno

Penulis: Theo Rizky
Editor: Theo Rizky
tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky
Koleksi Uang Kuno milik seorang numismatis, Sandi Riawan 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, PEKANBARU - Banyak cara untuk mengorek sejarah bangsa, di antaranya adalah melalui uang kuno , bahkan dengan mempelajarinya, kita dapat lebih menghargai negara, budaya, berbagai keanekaragaman dan kisah dibaliknya.

Begitu disampaikan seorang numismatis atau pecinta dan kolektor uang kuno asal Kota Pekanbaru , Sandi Riawan. 

Kecintaan pria ini akan uang kuno bermula pada tahun 2002 lalu, saat duduk di bangku SMP ia mendapatkan uang logam Rp 100 tahun emisi 1973, uang itu bergambar Rumah Jam Gadang dan disisi lain bertuliskan 100 Rupiah, pada sisi samping uang itu terdapat teks 'Bank Indonesia' , ia kagum melihat bentuk dan desain nya, dan dari sana ia memulai petualangannya berburu uang kuno.

"Saya penggila sejarah, saya ingin belajar sejarah, kalau dari buku saja tidak cukup," katanya kepada Tribunpekanbarutravel.com beberapa waktu lalu.

Pada suatu waktu ia menemukan uang yang dikeluarkan De Javasche Bank tahun 1933 dari zaman Hindia Belanda.

"Cikal bakal pemerintahan kolonial belanda berarti sudah ada diterapkan, saya menggali lebih dalam lagi, dapatlah uang pada zaman VOC, dari 5 sampai 1000 gulden tahun 1790. Ternyata saat itu mereka sudah ada perbankan, mata uangnya terbuat dari tembaga, tidak cukup sampai disitu, saya cari lagi, ketemu lah uang kerajaan Siak Sri Indrapura, Koin Negeri 1267 Hijriah, sekitar 220 tahun yang lalu, mereka menyebutnya satu kepeng, dua kepeng, orang Aceh menyebutnya keping," ujar Sandi .

BACA JUGA :

Memiliki 112 Koleksi, Ini Sejarah dan Asal Mula Nama Museum Sang Nila Utama

Rumah Lontiok, Rumah Adat Kampar yang Memiliki Nilai Budaya dan Sejarah yang Tinggi

Disampaikannya, ia sangat mengagumi Kesultanan Siak yang saat itu sudah mampu mencetak dan menerapkan mata uang sebagai alat tukar resmi. 

"Jauh lagi saya temukan uang Kerajaan Kesultanan Jambi tahun 1214, lebih lama sekitar 100 tahun dari Siak, terbuat dari timah, bernama pitis jambi, karena itu sekarang orang menyebutnya pitih," katanya lagi.

Yang paling tua koleksi Sandi adalah Koin Gobog Majapahit, diperkirakan dibuat pada masa kerajaan Majapahit pada tahun 1200 an hingga 1600 an.

Uang Zaman Kerajaan Majapahit
Uang zaman Kerajaan Majapahit milik seorang numismatis, Sandi Riawan (tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky)

Dahulu, koin besi bergambar Rahwana yang ukurannya cukup besar itu sering dimasukkan saat pemakaman, semakin banyak koin yang ikut dikuburkan berarti semakin tinggi status sosialnya di masyarakat dan dipercaya dapat memuluskan perjalanannya di akhirat.

Namun seiring masuknya ajaran Islam, koin itu mulai dihiasi dengan lafadz Allah berdampingan dengan logo Kerajaan Majapahit.

Koin-koin kuno ini ditawar Sandi dikisaran Rp 500 -850 ribu. Diceritakannya, pada zaman penjajahan, peralihan dan awal-awal kemerdekaan Indonesia, pemerintah yang berwenang saat itu kerap mengeluarkan uang yang jarak waktu tidak terlalu jauh.

Seperti pada tahun 1941, Belanda bertekuk tanpa syarat kepada Jepang, saat itu Jepang mengeluarkan uang, De Japansche Regeerinh Betaalt Aan Toonder Vijf Gulden, Bank Jepang Peralihan Gulden. 

Namun harga untuk uang ini tidak mahal karena masih bisa banyak ditemukan.

"Saat itu Jepang membawa pecahan uang ini sebanyak 50 gerbong lokomotif, Saking uangnya banyak, warga menjadikannya bahan bakar," kata Sandi. 

BACA JUGA :

Belajar Sejarah Sambil Berwisata di Kompleks Makam Raja-raja Indragiri Kabupaten Inhu

Melihat Masjid Raya Pekanbaru, Warisan Sejarah Kesultanan Siak di Senapelan

Uang ini hanya berlaku setahun, tahun 1942 akhir, Pemerintah Jepang melalui Bank Jepang, Dai Nippon Teikoku Seihu mengeluarkan uang pertama, dengan mata uang yang dinamakan Roepiah, seri Wisnu Kencana, pecahan setengah roepiah, 5, 10 dan100 roepiah, sejak saat itu, berakhirlah, mata uang Gulden yang digunakan di nusantara sejak zaman VOC.

Hingga Jepang menyerah kepada sekutu dan Pemerintah Indonesia mengeluarkan Seri Oeang Republik Indonesia.

Menurut Sandi, ada beberapa uang Indonesia yang cukup langka dan sering diburu para kolektor, di antaranya adalah uang Seri Republik Indonesia Serikat, hanya dikeluarkan dua pecahan, 5 dan 10 rupiah dengan gambar Presiden Soekarno.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved