Mendapatkan Postur Tubuh Ideal Lewat Tactical Combat, Berat Badan Bisa Turun Hingga 20 Kg Sebulan

Tactical Combat diperkenalkan di Pekanbaru sejak 2015. Sedangkan secara nasional, aliran bela diri ini diperkenalkan pertama sekali di Bandung

Editor: Theo Rizky
Istimewa
Tactical Combat 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, PEKANBARU - Tactical Combat dikenal sebagai salah satu cabang bela diri dengan latihan yang keras.

Betapa tidak, olahraga ini menggunakan alat hingga senjata tajam dalam latihannya. Tentunya senjata tajam yang digunakan untuk latihan bukan asli.

Olahraga ini diperkenalkan di Riau oleh seorang guru bernama Raden GJG. Perguruannya dinamai dengan Abattar Tactical Combat .

"Tactical bisa untuk semua kalangan. Dari usia 7 sampai 50-an tahun. Baik pria maupun wanita," kata Raden beberapa waktu lalu.

Raden menyebutkan, Tactical Combat diperkenalkan di Kota Pekanbaru sejak 2015. Sedangkan secara nasional, aliran bela diri ini diperkenalkan pertama sekali di Bandung, Jawa Barat, pada 1999. Tactical Combat termasuk cabang dari Muay Thai.

Menurut Raden, Tactical bukan berarti dipelajari hanya untuk tarung. "Kalau untuk kesehatan, latihannya yang untuk sport aja. Kalau untuk tarung, latihannya lebih banyak kontak fisik," kata Raden.

Di samping itu, suasana latihan juga diciptakan menyenangkan dan rileks.

Tactical menitikberatkan latihan konsentrasi atau fokus, ketepatan, power dan self control.

Oleh karena itu, latihan tactical menggunakan alat dan senjata tajam. Di antaranya palu pemukul ban, Totalbody Resistance Exercise (TRX), padding, pisau, sti, rotan, climber dan ross feet.

Peserta juga berlatih memanah untuk memaksimalkan konsentrasi. 

Ia menjelaskan, jenis alat yang digunakan mempunyai tujuannya masing-masing. Penggunaan senjata tajam (pisau) dan rotan untuk melatih konsentrasi dan kesabaran.

Sedangkan palu, padding dan ross feet melatih daya tahan tubuh, power dan kecepatan.

Menurut Raden, dengan pemusatan pikiran yang optimal, maka latihan olah fisik akan maksimal pula.

Latihan fisik dilakukan dengan gerakan-gerakan Muay Thai yang menitikberatkan pada peregangan otot, olah kardio dan daya tahan (endurance).

Gerakan Muay Thai meliputi seperti stand up fighting dan ground fighting.

"Gerakan Muay Thai 60 persen, selebihnya tactical. Dilakukan berbarengan selama latihan," jelas Raden.

Menurut Raden, pemusatan pikiran diperlukan. Sehingga tujuan berlatih tercapai. Ia mengatakan, berlatih tactical untuk tujuan sebatas olahraga dapat menurunkan berat badan. 

"Berat badan ditargetkan turun 1 sampai 1,5 kilogram tiap latihan," kata Raden.

Tactical Combat
Tactical Combat (Istimewa)

Latihan yang berdurasi dua jam tiap pertemuan dapat membakar hingga 2.000 kalori. Target penurunan berat badan mencapai antara 16 sampai 20 kilogram sebulan. 

"Olah kardio mulai dari leher sampai ujung kaki. Jadi untuk loss weight, balance. Dapat semua. (penyusutan berat badan) bukan hanya di bagian-bagian tubuh tertentu saja," jelas Raden. 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved