Ini Keunggulan Koto Mesjid Kampar yang Masuk dalam 50 Desa Wisata Terbaik Indonesia 

Desa Koto Mesjid Kecamatan XIII Koto Kampar , Kabupaten Kampar Riau disebut juga dengan Kampung Patin .

Editor: Theo Rizky
Istimewa/Dok STP Riau
Desa Wisata Koto Mesjid atau yang lebih dikenal Kampung Patin di Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar Riau. 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, KAMPAR - Desa Koto Mesjid Kecamatan XIII Koto Kampar , Kabupaten Kampar Riau disebut juga dengan Kampung Patin .

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ( Menparekraf ), Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, Koto Mesjid dapat menjadi ikon Ikan Patin mendunia.

Kampung Patin merupakan aspek pendukung Koto Mesjid dalam gelaran Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 (ADWI).

Koto Mesjid masuk nominasi 50 besar desa wisata terbaik se-Indonesia. Ia melihat langsung wisata Koto Mesjid sebagai bagian dari tahapan visitasi dan penilaian terhadap 50 besar desa wisata. 

ADWI bukan hanya menggali potensi wisata, tetapi juga aspek historis Koto Mesjid . Seperti dipaparkan oleh Ketua Pokdarwis Koto Mesjid, Jon Haril kepada Sandi dalam kunjungan itu.

Jon menceritakan sejarah Koto Mesjid adalah pemekaran dari Desa Pulau Gadang tahun 1999. Kampung lama Pulau Gadang direlokasi karena penggenangan Waduk PLTA Koto Panjang. 

Bermukim di tempat yang baru, warga di sana harus beradaptasi. Kampung lama berlimpah ikan. Nelayan menjadi mata pencaharian kala itu. Tetapi itu tidak didapat di tempat yang baru.

"Rasa takut saat Koto Masjid ketika dipindahkan, dulu di pinggir sungai banyak ikan. Takut nggak bisa makan ikan lagi, jadi kami membuat kolam Patin," kata Jon. 

Sejak itu, masyarakat setempat gencar berkolam. "Sampai sekarang ada motto ‘tiada rumah tanpa kolam'," kata Jon.

Baca juga: Masuk 50 Besar Desa Wisata Nasional, Desa Koto Mesjid Kampar Bakal Dikunjungi Sandiaga Uno 

Desa ini sekarang memproduksi Ikan Patin 15 ton sehari. Sehingga sebulan bisa mencapai 400 ton. 

Seiring berkembangnya teknologi dan pengetahuan masyarakat, lanjut Jon, ikan patin diolah menjadi bermacam produk kuliner.

Di antaranya, Kerupuk Kulit Patin, Abon, Bakso, Siomay, Nuget, Otak-otak Patin, Cilok, Ikan Asin, Batagor, Salai hingga Es Dawet Patin.

Desa ini juga penghasil Keripik Batang Pisang dan Kelapa Jelly atau dekla.

Di desa ini sudah ada 18 homestay tempat wisatawan menginap. Uniknya, homestay menyatu dengan rumah warga di tengah pemukiman.

"Jadi wisatawan bisa mendapat pengalaman yang berbeda, bisa bercengkrama dengan masyarakat. Wisatawan kita anggap saudara," ujar Jon. 

Wisatawan dapat menikmati kunjungannya di tengah hamparan kolam patin yang luas.

Baca juga: Melihat Kampung Patin di Desa Koto Mesjid Kampar, Tiap Rumah Ada Kolam Ikan

Selain itu, ada wisata alam seperti Sungai Kampar, Sungai Gagak yang memiliki air terjun, Lembah Aman dan Talau Pusako. Puncak Kompe merupakan wisata buatan yang tak kalah populer. 

Bukan itu saja. Lanjut Jon, Koto Mesjid memiliki home creative recycle. Di wadah ini, hasil kerajinan dihasilkan dari limbah. 

Sandiaga Uno tampak kagum dengan aneka potensi Desa Koto Mesjid .

“Hari ini kita melihat bahwa Desa Wisata Koto Mesjid sudah menjadi inspirasi, sudah menjadi satu semangat kita semua. Ini adalah simbol kebangkitan ekonomi nasional," katanya.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved